TRIBUNFLOES.COM, MAUMERE- BMKG mengungkapkan suhu udara sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) terpantau rendah saat malam hingga dini hari.
Kondisi ini membuat suhu udara terasa lebih dingin. Suhu rendah ini terpantau sejak 7 Juli 2026 dan diprakiran terjadi hingga 13 Juli 2026.
Suhu rendah di malam hari ini terjadi karena aktifnya Angin Monsoon Timur yang menyebabkan musim kemarau dan pertumbuhan awan hujan mulai menurun di NTT.
Suhu muka laut di wilayah NTT umumnya berkisar antara 26 derajat Celcius-30 derajat Celcius dengan anomaly suhu muka laut di wilayah NTT berkisar -0.5 hingga +2.0 derajat Celcius.
Baca juga: BMKG Imbau Masyarakat Waspada Dampak Angin Kencang di NTT, Potensi Karhutla
Tekan udara di wilayah NTT umumnya berkisar 1005-1008hPa. Kondisi cuaca secara umum cerah berawan-berawan dan masih ada potensi hujan ringan di wilayah NTT disertai angin kencang.
Berdasarkan prakiraan BMKG terhadap kondisi cuaca pada Jumat (10/7/2026) umumnya berawan tebal. Suhu maksimum 33 derajat Celcius dan suhu minimum 13 derajat celcius.
Adapun wilayah yang perlu mewasapadi suhu minum yakni Ruteng (13°C), Borong (13°C), Bajawa (15°C), Seo (18°C), Ende (18°C), dan Ende (18°C).
Angin monsun timur (monsun Australia), angin ini bertiup dari arah timur menuju barat, dari benua
Australia (tekanan tinggi) menuju benua Asia (tekanan rendah). Biasanya terjadi saat musim kemarau.