Peringatan HUT Kota Sambas ke-395, Pangeran Ratu Tarhan Dorong Pelestarian Pakaian Adat Melayu
Maudy Asri Gita Utami July 09, 2026 04:32 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Bacaan tahlil dan doa bersama menandai peringatan Hari Jadi Kota Sambas ke-395 di Istana Alwatzikheobillah Kesultanan Sambas, Desa Dalam Kaum, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Kamis 9 Juli 2026.

Wakil Bupati Sambas Heroaldi menggelar ziarah makam Raden Sulaiman dengan khidmat menjadi momentum untuk mengenang jasa para pendiri Kesultanan Sambas.

Ziarah tersebut sekaligus memperkuat komitmen dalam menjaga nilai-nilai sejarah, budaya, dan persatuan masyarakat.

Wakil Bupati Sambas Heroaldi hadir bersama unsur Forkopimda serta sejumlah kepala perangkat daerah mendampingi Pewaris Tahta Kesultanan Sambas Pangeran Ratu Raden Muhammad Tarhan dalam prosesi ziarah.

Peringatan Hari Jadi Kota Sambas ke-395 tahun ini mengusung tema “Kota Sambas Besarri, Berkah Berkemajuan.”

Pangeran Ratu Muhammad Tarhan mengajak seluruh masyarakat untuk semakin masif memperkenalkan serta menggunakan pakaian adat Melayu Sambas, khususnya Teluk Belanga, sebagai identitas budaya daerah.

• 20 Pasang Suami Istri Ikuti Bimbingan Keluarga Sakinah Kemenag Sintang, Bekal Rumah Tangga Harmonis

Menurut Muhammad Tarhan, pelestarian busana adat tidak hanya memperkuat jati diri masyarakat, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal, terutama bagi para penjahit dan pelaku usaha yang bergerak di bidang busana tradisional.

"Saya mendorong agar pengenalan adat dan budaya Melayu Sambas dilakukan sejak usia dini melalui satuan pendidikan, termasuk jenjang PAUD," ucap Tarhan.

Menurut Pangeran Ratu, penanaman nilai budaya kepada generasi muda menjadi investasi penting dalam menjaga keberlangsungan warisan leluhur.

“Pentingnya sejarah Kabupaten Sambas bukan hanya untuk kita, tetapi menjadi warisan bersama seluruh masyarakat dari berbagai suku yang hidup berdampingan di daerah ini. Kebersamaan itulah yang telah membawa Sambas hingga menjadi daerah yang kita nikmati bersama saat ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, peringatan Hari Jadi Kota Sambas bukan diukur dari kemeriahan acara, melainkan dari nilai kebersamaan, rasa syukur, serta doa yang dipanjatkan demi keberkahan bagi daerah dan seluruh masyarakat.

Sementara, Wakil Bupati Sambas Heroaldi menyampaikan bahwa nilai-nilai budaya yang diwariskan para pendahulu harus terus dijaga sebagai bagian dari karakter masyarakat Sambas yang menjunjung tinggi martabat, persaudaraan, dan kearifan lokal.

• Langkah Nyata Polri Wujudkan Lingkungan Aman, Pos Kamling Desa Agak Kembali Berfungsi

“Kita sebagai masyarakat Sambas memiliki dedikasi, martabat, dan tanggung jawab untuk terus mengingat serta melestarikan budaya yang telah diwariska. Apa yang disampaikan Pangeran menjadi pengingat bagi kita semua bahwa budaya harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” katanya.

Wakil Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat sinergi dan silaturahmi dalam mendukung pembangunan daerah sesuai visi dan misi Pemerintah Kabupaten Sambas.

“Mari kita terus bersinergi, mempererat silaturahmi, dan bergotong royong membangun Kabupaten Sambas. Dengan kebersamaan, kita dapat mempercepat pembangunan demi terwujudnya Sambas yang semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing,” jelasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.