Polisi Selidiki Penyebab Hutan Terbakar di Sumare Mamuju, Sengaja Dibakar untuk Buka Lahan?
Ilham Mulyawan July 09, 2026 04:47 PM

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU – Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terjadi di Dusun Tanjung Batu, Desa Sumare, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, pada Selasa (7/7/2026) sekitar pukul 20.00 WITA lalu.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB), Bersama dengan Damkar Mamuju serta kepolisian Polresta Mamuju, koordinasi lintas sektor bersama instansi terkait untuk mempercepat upaya penanganan dan mencegah meluasnya kebakaran.

Baca juga: Ini Sosok Polisi Pimpin Penggeledahan Kasus Dugaan Korupsi Jampidsus

Baca juga: 4 Tahun Bela PSM Kini Yuran ke Persebaya Bukan Hilang Motivasi Tapi Ingin Kembangkan Diri

Berdasarkan laporan awal TRC BPBD Sulbar, kebakaran menghanguskan kawasan hutan dan lahan dengan perkiraan luas terdampak sekitar 1 hektare. 

Hingga saat ini penyebab kebakaran masih dalam proses pendataan dan penyelidikan.

Meski api masih membakar kawasan hutan, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka. 

Data kerusakan dan taksiran kerugian juga masih dalam proses pendataan oleh petugas di lapangan.

Kasi Humas Polresta Mamuju, Iptu Herman Basir menuturkan, kepolisian masih menyelidiki penyebab kebakaran hutan tersebut, apakah sengaja dibakar untuk buka lahan, atau penyebab lain.

"Sementara dilakukan penyelidikan, apakah memang sengaja dibakar atau ada warga yang buang puntung rokok," jelas Herman kepada Tribun-Sulbar.

Water Cannon Diterjunkan 

Polresta Mamuju bergerak cepat mengerahkan personel beserta satu unit mobil Armoured Water Cannon (AWC) untuk membantu upaya pemadaman kebakaran lahan yang terjadi di Desa Sumare, Kabupaten Mamuju.

Kasat Samapta AKP Sirajuddin mengatakan Polresta Mamuju mengambil sejumlah langkah strategis, di antaranya berkoordinasi dengan Kepala Desa Sumare untuk menyiagakan warga agar dapat membantu apabila kobaran api merambat mendekati kawasan permukiman. 

Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan Dinas Kehutanan terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), serta dengan unsur Damkar Kabupaten Mamuju dan Damkar Provinsi Sulawesi Barat guna memperkuat upaya pemadaman. 

Personel gabungan bersama masyarakat juga disiagakan di Dusun Talise Lambang untuk mengantisipasi penyebaran api ke area permukiman warga. ujar Kasat Samapta

"Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kebakaran diperkirakan telah menghanguskan puluhan hektare lahan yang tersebar di beberapa titik, yakni Dusun Talise Lambang, Dusun Tanjung Batu, Dusun Tanjung Batu Selatan, dan Dusun Malauwa Utara," jelas Sirajuddin 

Titik api yang paling mengkhawatirkan berada di Dusun Talise Lambang karena jaraknya hanya sekitar 50 meter dari jalan poros dan kawasan permukiman warga. Untuk mencegah api semakin meluas, personel gabungan melakukan penyemprotan secara intensif menggunakan mobil AWC dan armada pemadam lainnya pada area yang berdekatan dengan permukiman. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.