TRIBUNMANADO.CO.ID - Timnas Inggris tak jalan sendiri dalam perjalanannya di Piala Dunia 2026.
Ada para pendukung setia yang menemani.
Salah satunya Three Lions Sulut.
Ini adalah komunitas pendukung Inggris di Sulawesi Utara (Sulut).
Merekalah para Hooligans dari utara pulau Sulawesi Indonesia yang setia mendukung Timnas Inggris dalam suka dan duka.
Dengan penuh kesabaran tinggi mereka menanti terwujudnya Football Coming Home.
Jeremy Tawaang, Ketua Three Lions Sulut tampil dalam podcast di Studio Tribunmanado.co.id, Rabu (8/7/2026).
Podcast dipandu Editor Tribun Manado David Kusuma.
Jeremy bercerita tentang kisah Three Lions Sulut.
Semuanya berawal pada Piala Dunia 2018 di Rusia.
Kala itu Inggris di bawah asuhan Gareth Southgate tampil segar dan menjanjikan.
"Dimulai dari medsos kemudian berlanjut di nonton bareng di kawasan Transmart," katanya.
Ia menuturkan, noreng terus digelar dan pendukung Inggris terus bertambah.
Untuk menampung animo yang luar biasa itu, diputuskanlah untuk membentuk komunitas.
"Kebetulan saya ditunjuk jadi ketuanya, mungkin karena yang paling tinggi animonya," kata dia.
Waktu terus berjalan dan animo itu dapat dijaga.
Malah kian membesar.
Kemudian diadakanlah perubahan nama komunitas.
"Awalnya kami bernama England Sulut, lalu ganti jadi Three Lions Sulut," bebernya.
Ungkap dia, kegiatan utama komunitas itu adalah nonton bareng kala Inggris main di turnamen besar Dalam hal ini, Three Lions Sulut punya ciri sendiri.
"Kami selalu pilih venue berbeda, dan kami selalu berembuk sepekan sebelum
laga dimulai untuk menentukan venue, jadi tidak tiba saat tiba akal, ini organisasi yang terstruktur," katanya.
Untuk laga versus Norwegia, pihaknya berencana menggelar noreng.
Noreng kali ini akan digelar meriah.
"Kita akan gelar noreng," katanya.
Sebut dia, anggota Three Lions Sulut berjumlah ratusan, berasal dari kabupaten dan kota di Sulut.
Mereka terdiri dari beragam layar belakang dengan mimpi yang sama, "Football Coming Home," kata dia.
(TribunManado.co.id/Art)
WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK