Dimulai dari Gotong-royong, UMKM Bergerak, Ekonomi Warga Jurangombo Utara pun Hidup
Yoseph Hary W July 09, 2026 11:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Semangat gotong royong di Kelurahan Jurangombo Utara, Kota Magelang, tidak hanya diwujudkan melalui kerja bakti membersihkan lingkungan. Kebersamaan warga lewat gotong-royong kini juga menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan dengan menghadirkan ruang promosi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Hal itu terlihat dalam Malam Puncak Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) 2026 yang digelar di halaman Kantor Kelurahan Jurangombo Utara, Kamis (9/7/2026)malam.

Ratusan warga memadati lokasi acara yang menghadirkan festival band lokal, bazar kuliner, serta berbagai stan UMKM yang menawarkan produk unggulan masyarakat setempat. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ajang mempertemukan pelaku usaha dengan masyarakat untuk meningkatkan transaksi ekonomi di tingkat kelurahan.

Camat Magelang Selatan Susilo mengatakan BBGRM tidak hanya menjadi agenda sosial, tetapi juga dirancang sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat.

"Pada acara ini, kita tidak hanya merayakan kebersamaan, tetapi juga menggerakkan potensi ekonomi lokal. Ini adalah langkah taktis skala mikro yang diharapkan mampu mengungkit perputaran ekonomi dan pendapatan pelaku UMKM di wilayah Jurangombo Utara," ujarnya.

Partisipasi masyarakat, modal penting membangun ekonomi

Menurut Susilo, tingginya partisipasi masyarakat, termasuk generasi muda yang telah terlibat sejak rangkaian BBGRM dimulai pada Februari lalu, menjadi modal penting untuk membangun ekonomi berbasis kebersamaan.

Sementara itu, Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menegaskan Pemerintah Kota Magelang akan terus memperbanyak ruang publik dan event kreatif sebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan.

Menurutnya, setiap kegiatan yang mampu menghadirkan keramaian akan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM.

"Pemerintah Kota Magelang berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui penguatan UMKM. Salah satu strateginya adalah memperbanyak ruang tontonan dan event kreatif. Ketika sebuah kegiatan mampu menghadirkan keramaian, di situlah UMKM ikut bergerak dan berkembang," kata Damar.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyerahkan penghargaan kepada para pemenang lomba Kebersihan, Ketertiban, dan Keindahan (K3) sebagai bentuk apresiasi atas komitmen masyarakat menjaga kualitas lingkungan.

Melalui BBGRM 2026, Pemerintah Kota Magelang berharap budaya gotong royong tidak hanya memperkuat solidaritas sosial, tetapi juga menjadi pengungkit ekonomi lokal. Sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan pelaku UMKM diharapkan mampu menciptakan kegiatan yang berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan warga sekaligus memperkuat ekonomi kreatif di tingkat kelurahan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.