Laporan Aktivitas Gunung Merapi Kamis Petang: 29 Kali Gempa Guguran
Yoseph Hary W July 09, 2026 11:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM - Gunung Merapi yang terletak di antara perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah kini masih berstatus level III atau siaga. Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi pada Kamis petang (9/7/2026), Gunung Merapi mengalami 29 kali gempa Guguran. 

Laporan periode pengamatan pukul 12:00 - 18:00 WIB menunjukkan terjadinya 29 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-29 mm dan lama gempa 53.72-186.62 detik. Selain itu juga terjadi 20 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-30 mm, S-P 0.4-0.6 detik dan lama gempa 17.08-52.67 detik, serta 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 4 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 107.11 detik.

Adapun hasil pengamatan visual menunjukan Gunung Merapi tertutup Kabut 0-III. Asap kawah nihil. Cuaca mendung, angin tenang ke arah timur, laporan resmi laman ESDM dikutip Tribun Jogja Kamis malam.

Secara kKlimatologi, cuaca mendung, angin tenang ke arah timur. Suhu udara sekitar 17.3-21°C. Kelembaban 81-96.7 persen. Tekanan udara 875.1-919 mmHg.

Otoritas terkait pun mengeluarkan rekomendasi bahwa potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Hasil pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Oleh karena itu masyarakat diminta tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.