Songket Benang Jantung Jadi Andalan Dekranasda Sumsel di HUT Dekranas di TSM Makassar
Kiki Content Writer July 09, 2026 11:22 PM

 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR  – Provinsi Sulawesi Selatan menjadi tuan rumah rangkaian kegiatan nasional yang meliputi puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Puncak Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54, serta Pameran Kriya dan Wastra Dekranasda se-Indonesia.

Kegiatan yang dipusatkan di Trans Studio Mall (TSM) Makassar ini menghadirkan 204 stan pameran dari seluruh Indonesia sebagai ajang promosi produk unggulan daerah sekaligus memperkuat jejaring antarpengrajin dan pelaku UMKM.

Pameran dibuka secara bertahap. Pada Rabu, (8/7/2026), stan diisi Dekranasda Sulawesi Selatan bersama 24 Dekranasda kabupaten/kota, kemudian pada 9 Juli diikuti peserta dari seluruh provinsi di Indonesia.

"Totalnya yang kita siapkan 204 stan," ujar Ketua Panitia Harian HUT ke-46 Dekranas, Sukarniaty Kondolele.

Salah satu peserta yang menarik perhatian pengunjung adalah Dekranasda Sumatera Selatan.

Daerah tersebut membawa beragam produk kriya dan wastra khas, mulai dari kain songket, tenun, blongket, batik, hingga produk kerajinan tangan dan kuliner tradisional Palembang seperti kemplang.

Perwakilan Galeri Kriya Sriwijaya, Kenedi, mengatakan seluruh produk telah dipersiapkan jauh sebelum pelaksanaan pameran.

"Sejak jauh hari kami menyiapkan produk unggulan Sumatera Selatan seperti kain tenun, kain prada, tas kerajinan, hingga makanan khas Palembang seperti kemplang," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris II Dekranasda Sumatera Selatan, Faulia Novianti, menjelaskan persiapan mengikuti HUT Dekranas dilakukan selama beberapa bulan karena merupakan agenda tahunan yang menjadi sarana promosi produk daerah.

Menurutnya, Sumatera Selatan menghadirkan berbagai hasil karya terbaik, di antaranya songket, tenun, blongket, batik, serta aneka kerajinan khas dari berbagai daerah di provinsi tersebut.

Ia berharap kegiatan tahunan Dekranas semakin berkembang dan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan daya saing UMKM di Indonesia.

"Kami berharap acara ini semakin baik setiap tahun dan semakin meningkatkan UMKM yang ada di Indonesia," katanya.

Faulia menilai penyelenggaraan HUT Dekranas yang berpindah-pindah daerah setiap tahun menjadi motivasi bagi para pengrajin untuk terus meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar nasional bahkan internasional.

Dekranasda Sumatera Selatan juga melakukan pembinaan kepada para pengrajin melalui Galeri Kriya Sriwijaya yang menghimpun produk kerajinan dari 17 kabupaten/kota di provinsi tersebut.

Melalui galeri itu, para perajin mendapatkan pendampingan sekaligus informasi lebih awal untuk menyiapkan produk ketika mengikuti pameran berskala nasional.

Dalam pameran di Makassar, Dekranasda Sumsel menampilkan sejumlah produk budaya bernilai tinggi, seperti Gandik Palembang yang merupakan hiasan kepala tradisional perempuan, Tanjak Palembang sebagai penutup kepala khas Melayu berbahan songket yang menjadi simbol kewibawaan, hingga songket benang jantung.

Songket benang jantung menjadi salah satu koleksi istimewa karena menggunakan benang emas asli yang telah berusia ratusan tahun. 

Kain tersebut selama ini dikenal sebagai warisan budaya bernilai tinggi yang menjadi kebanggaan masyarakat Palembang.

Selain menjadi ajang promosi produk unggulan daerah, HUT Dekranas ke-46 juga menjadi ruang bertukar pengalaman dan inovasi antar Dekranasda dalam memperkuat pemberdayaan keluarga, pengembangan UMKM, serta pelestarian kriya dan wastra sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.