Nasib Sial Sopir Travel di Sitinjau Lauik Padang, Kemalingan Uang dan Paket Buah Usai Kecelakaan
Rahmadi July 09, 2026 11:27 PM

 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Seorang sopir travel bernama Adit harus menghadapi nasib sial setelah menjadi korban kecelakaan beruntun di kawasan Sitinjau Lauik, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Rabu (8/7/2026) malam.

Selain mobilnya hancur, ia juga kehilangan uang tunai dan puluhan paket buah naga yang ia bawa di dalam kendaraannya.

Diketahui, kecelakaan beruntun melibatkan lima kendaraan di Kelok Aia Bajanjang, kawasan Sitinjau Lauik Kecamatan Lubuk Kilangan pada Rabu (8/7/2026) malam.

Kecelakaan ini dipicu oleh truk bermuatan paket berwarna orange mengalami rem blong atau gagal fungsi pengereman.

Salah satu pengendara yang terlibat kecelakaan bernama Adit, dan menyebut kendaraan tertahan oleh truk Nisan berwarna merah sehingga tidak jadi masuk jurang.

Baca juga: Tiga Alat Berat Dikerahkan Robohkan Stadion Haji Agus Salim, Pembongkaran Sesuai Standar

Pada malam kejadian, Adit yang merupakan sopir angkutan travel datang dari arah Solok hendak menuju Padang dengan membawa enam orang penumpang.

Saat berhenti di Kelok Aia Bajanjang, minibus Toyota Avanza yang ua kendarai tiba-tiba ditabrak oleh kendaraan lain di belakangnya.

"Posisi saya berhenti sekira pukul 19.00 WIB, karena sebelumnya sempat ditahan oleh petugas PKJR saat truk dari arah Padang menuju Solok ingin naik. Saat berhenti itulah, kendaraan saya ditabrak dari belakang, penyebabnya truk rem blong," kata dia, Kamis (9/7/2026).

Adit menjelaskan, kronologi kejadian bermula dari kendaraan datanf dari arah Solok menuju Padang.

Sesampainya di Kelok Aia Bajanjang, harus behenti, lantaran truk menanjak dari arah Padang ke Solok diprioritaskan.

Saat parkir itu, truk membawa paket berwarna orange malaju kencang dan pertama kali menabrak truk tangki minyak.

Baca juga: Lima Hari Pencarian Bocah 3,5 Tahun di Pasaman Tak Kunjung Ditemukan, Operasi SAR Resmi Ditutup

"Barulah truk tangki minyak menabrak mobil GrandMax pikap, lalu mobil saya, dan mobil saya menabrak truk Nisan warna merah," jelasnya.

Ia mengaku, kendaraanya paling hancur, sebab rusak di bagian belakang dan ringsek pada bagian depan, usai menghantam ekor truk Nisan berwarna merah.

Nasib Baik Datang

Berdasarkan pengakuan Adit, beruntungnya tidak ada korban jiwa dari kecelakaan beruntun yang terjadi.

Selain itu, nasib baik juga berpihak kepada meraka. Pasalnya, jika truk Nisan tidak menahan kendaraan yang terlibat kecelakaan, semuanya akan masuk ke dalam jurang.

Sebelum kejadian, truk Nisan tengah parkir akibat rusak di Kelok Aia Bajanjang, Sitinjau Lauik. Dengan hambatan itu, Adit merasa bersyukur. Jika tidak, ia tidak tahu akan nasib malang yang akan menimpa.

"Beruntung mobil saya dan yang lainnya ditahan oleh truk Nisan warna merah, kalau tidak, kemungkinan akan masuk ke jurang semuanya," tutur Adit.

Baca juga: Pembongkaran Stadion H Agus Salim Ditarget Rampung 3 Bulan, Pembangunan Baru Langsung Dimulai

Adit Sempat Ingin Lanjut

Menjelang kecelakaan dan diberhentikan oleh petugas PKJR saat truk menanjak dari arah Solok ke Padang, Adit sempat meminta izin untuk melanjutkan perjalanan.

Hanya saja, petugas PKJR di lokasi tak mengizinkannya. Menurut dia, jika diberi izin, bisa terhindar dari kecelakaan beruntun.

"Saya sempat ingin lanjut, tapi tidak dibolehkan, alasan saya ketika itu, jarak truk yang ingin menanjak masih jauh. Selain itu, saya juga dalam posisi terburu-buru, tapi tidak diizinkan, akhirnya kejadian," sebutnya.

Di sisi lain, saat tabrakan sudah terjadi, Adit langsung reflek membentangkan tangan ke arah kiri pintu mobil.

Tujuan ia melakukan itu tak lain utnuk melindungi penumpang angkutan travel yang duduk di posisi depan, atau di samping Adit.

Baca juga: Ika Asal Pesisir Selatan Pasrah Kejebak Kemacetan Sitinjau Lauik: Terserah Sampai Jam Berapa

"Saya langsung spontan membentangkan tangan ke arah pintu kiri untuk menghalangi penumpang terbentur di bagian dasbord. Akhirnya, dada dan tangan saya yang sakit terkena stir serta dasbor," pungkasya.

Ia menyebut hanya upaya itu yang dapat dilakukan, pasalnya kendaraanya sudah tidak bisa menghindar saat kecelakaan terjadi.

Sebelumnya, mesin minibus Toyota Avanza yang ia kendarai sudah dimatikan, gigi satu dimasukan dan rem tangan diaktifkan.

Tujuan ia melakukan itu, agar kendaraanya tidak meluncur pada penurunan, sembari menunggu truk selesai menanjak.

"Makanya, saya hanya bisa pasrah, namun beruntung masih selamat. Truk Nisan merah itulah penolong saya," katanya.

Baca juga: Cerita Warga Berburu Emas di Pasar Raya Padang, Kaget Pas Sampai Toko Ternyata Lebih Murah

Uang Miliknya Hilang

Tak selesai dengan kecelakaan, uang miliknya senilai Rp900.000 yang diletakan sebelumnya di dalam dasbord, hilang usai kejadian.

Ia baru mengetahui usai kembali dari rumah sakit, sedangkan posisi kendaraanya masih terpakir di lokasi kecelakaan.

"Uang saya hilang Rp900.000, saya tahu setelah balik dari rumah sakit, kondisi mobil saya tampak dimasuki orang," tuturnya.

Selain kehilangan uang, 40 paket buah naga yang akan ia antar, juga hilang usai kecelakaan terjadi.

Paket buah itu bernilai Rp850.000, dengan upah mengantarkan ke tempat tujuan Rp80.000, namun harus raib.

"Saya tidak habis pikir, ada juga yang mencari kesempatan di situasi seperti itu. Intinya total kerugian Rp1.750.000, selain mobil yang hancur," tutupnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.