TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Bengkalis melakukan kerjasama dengan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri dalam upaya pemberantasan narkoba di wilayah Bengkalis.
Hasil kerjasana ini, tim Mabes Polri berhasil membongkar jaringan peredaran gelap narkotika berskala internasional yang beroperasi di wilayah Bengkalis, pada Minggu (5/7) lalu. Keberhasilan ini berkat ketelitian dan pertukaran informasi yang baik antar instansi.
Hal ini diungkap langsung Kepala Lapas Bengkalis Priyo Tri Laksono kepasa awak media, Kamis (9/7).
Petugas Mabes Polri berhasil mengamankan kurir darat bernama Muhammad Syahril lengkap dengan barang bukti narkotika yang disita Minggu Pekan lalu. Hasil penyelidikan menunjukkan barang terlarang tersebut diselundupkan dari Malaysia masuk ke wilayah Bengkalis melalui jalur laut.
Pemeriksaan lebih lanjut mengungkap fakta penting bahwa alur peredaran ini ternyata dikoordinir dari dalam lingkungan pemasyarakatan. Warga binaan yang terlibat berinisial SAF alias OMO.
Tersangka kurir sendiri dijanjikan imbalan sebesar Rp110 juta untuk mengantarkan barang haram tersebut ke wilayah Pelalawan.
"Keberhasilan ini adalah bukti nyata penguatan sistem pengawasan dan keamanan yang terus diperbaiki. Kerja sama dengan Polri adalah komitmen kami untuk memutus segala akses yang berusaha merusak ketertiban di dalam maupun luar lingkungan Lapas," terang Kalapas Bengkalis
Menurut dia, pihak Lapas Bengkalis tidak akan pernah memberi ruang bagi pelanggaran. Siapa pun yang kedapatan dan terbukti bersalah, akan diusut tuntas dan kami proses secara tegas sesuai hukum yang berlaku.
Kalapas mengatakan, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa sinergi antar lembaga berjalan efektif dalam menjaga keamanan masyarakat.
Hingga saat ini, tim gabungan Lapas Bengkalis dan Polri terus berkoordinasi serta memperluas penyelidikan untuk memburu seluruh jaringan lain yang masih berkaitan dengan kasus ini, agar keamanan dan ketertiban tetap terjaga sepenuhnya.
Warga binaan yang terlibat sudah diamankan dan di tempatkan di tempat khusus.(tribunpekanbaru.com/Muhammad Natsir)