Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Direksi baru PT Jamkrida Provinsi NTT berkomitmen memperkuat peran perusahaan sebagai lembaga penjamin kredit bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui target dividen sebesar Rp 8,1 miliar pada tahun 2026.
Target tersebut meningkat dibandingkan target dividen tahun sebelumnya yang sebesar Rp 7,5 miliar.
Komitmen itu disampaikan Direktur Utama PT Jamkrida NTT, I Ketut Widiana Karya usai dilantik bersama jajaran Direksi oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, Kamis 9 Juli 2026.
I Ketut Widiana, mengatakan dirinya bersama Direktur Operasional Ferdinand Lerrick dan Direktur Umum dan Keuangan Yohanis Landu Praing siap menjalankan amanah Pemerintah Provinsi NTT dengan berpedoman pada Rencana Bisnis Tahun 2026 yang telah disusun sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Baca juga: Gubernur Lantik Jajaran Baru BUMD NTT, Jamkrida Dipacu Jadi Motor Penggerak UMKM dan Ekonomi Daerah
"Kami bertiga akan bekerja sebagai satu tim. Apa yang menjadi harapan Pemerintah Provinsi NTT, khususnya yang disampaikan Bapak Gubernur, akan kami laksanakan sebaik-baiknya bersama seluruh jajaran Jamkrida," kata I Ketut.
Ia menjelaskan, sebagai perusahaan penjamin yang berada di bawah pengawasan OJK, Jamkrida memiliki tanggung jawab memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha produktif sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, fokus utama perusahaan adalah memberikan penjaminan kepada UMKM yang usahanya layak secara bisnis, tetapi belum memenuhi persyaratan perbankan.
"UMKM yang feasible tetapi belum bankable harus mendapat akses pembiayaan. Di situlah Jamkrida hadir memberikan penjaminan agar mereka bisa memperoleh kredit dari lembaga keuangan," ujarnya.
Selain menjalankan fungsi pemberdayaan ekonomi masyarakat, I Ketut menegaskan Jamkrida sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) juga memiliki tanggung jawab meningkatkan laba perusahaan agar mampu memberikan dividen yang lebih besar kepada pemerintah daerah.
Ia mengungkapkan salah satu arahan Gubernur NTT adalah memperkuat sinergi antar-BUMD, termasuk dengan PT Flobamor, Bank NTT, hingga PT Kawasan Industri Bolok (KIB).
Menurutnya, kolaborasi tersebut dapat membuka peluang pembiayaan bagi sektor-sektor unggulan di NTT.
I Ketut mencontohkan potensi besar komoditas jagung yang dibutuhkan pasar Bali serta pisang kepok asal Sumba yang selama ini dimanfaatkan untuk kebutuhan upacara adat di Pulau Dewata.
Tidak hanya sektor pertanian, kata dia industri tenun ikat NTT juga dinilai memiliki prospek menjanjikan.
Ia menyebut produk tenun NTT mendapat respons positif dalam ajang Pesta Kesenian Bali di Denpasar.
"Kita bisa membangun kolaborasi antara Jamkrida NTT, Jamkrida Bali, Jamkrida NTB bersama Bank NTT, BPD Bali dan BPD NTB untuk membiayai para penenun. Perbankan membiayai, Jamkrida memberikan penjaminan, sementara pemasarannya diperkuat bersama," jelasnya.
Sementara itu, Direktur Operasional Ferdinand Lerrick mengatakan peningkatan kinerja perusahaan akan dilakukan melalui perluasan kerja sama dengan berbagai lembaga keuangan.
Saat ini Jamkrida telah bermitra dengan Bank NTT, sejumlah Bank Perkreditan Rakyat (BPR), serta koperasi. Pada 2026, jumlah koperasi mitra ditargetkan bertambah dari 12 koperasi menjadi 18 koperasi.
Selain memperluas jaringan kemitraan, kata dia direksi juga akan melakukan konsolidasi internal untuk memperkuat program yang telah berjalan sekaligus mengembangkan peluang usaha baru.
Ferdinand juga menyoroti pentingnya rencana penyertaan modal dari Pemerintah Provinsi NTT.
Menurutnya, tambahan modal akan meningkatkan kapasitas retensi perusahaan sehingga kemampuan penjaminan kredit kepada masyarakat menjadi lebih besar.
Ia memastikan dana penyertaan modal tersebut akan dikelola secara hati-hati sesuai prinsip kehati-hatian (prudent) dan tetap mengacu pada regulasi yang berlaku.
Di sisi lain, Direktur Umum dan Keuangan Yohanis Landu Praing menegaskan pihaknya akan memastikan seluruh aspek administrasi dan pengelolaan keuangan perusahaan berjalan optimal guna mendukung pencapaian target perusahaan.
"Yang paling penting adalah bagaimana Jamkrida memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah, sekaligus menunjukkan keberpihakan kepada masyarakat yang memiliki usaha-usaha produktif," pungkasnya. (rey)