SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pendaftaran dan penjaringan ribuan calon siswa Sekolah Rakyat (SR) Jawa Timur Tahun Ajaran 2026/2027 hingga kini ternyata belum rampung.
Pendaftaran siswa SR masih terus berproses secara masif di lapangan guna memenuhi kuota daya tampung yang telah disiapkan pemerintah.
Proses pendataan itu dilakukan untuk menjaring calon siswa di 18 SR permanen maupun 14 SR rintisan.
Pemerintah provinsi kini tengah mengoptimalkan sosialisasi konsep pendidikan berasrama kepada seluruh keluarga sasaran.
Baca juga: Khofifah Pastikan Seleksi Sekolah Rakyat Masih Berjalan, Kuota 5.370 Siswa Belum Final
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa proses pendataan maupun penetapan hingga saat ini masih berjalan di masing-masing kabupaten/kota.
"Penjaringan calon siswa SR masih terus berlangsung. Bersama SDM PKH dan Dinsos kabupaten/kota, kami terus melakukan pendampingan dan sosialisasi kepada keluarga calon siswa agar mereka memperoleh pemahaman yang utuh mengenai penyelenggaraan SR, khususnya konsep pendidikan berasrama,” ujarnya, Kamis (9/7/2026).
Pendampingan itu mencakup administrasi, pola pengasuhan, pembinaan karakter, hingga sosialisasi fasilitas gratis.
Kementerian Sosial RI juga menginisiasi kegiatan Open House SR sebagai sarana edukasi bagi orang tua calon siswa baru.
“Pengalaman para orang tua siswa SR rintisan yang merasakan perubahan positif pada putra-putrinya juga turut dibagikan sebagai bentuk edukasi dan penguatan kepercayaan masyarakat terhadap program itu,” terangnya.
Baca juga: Bupati Warsubi : Pembangunan Gedung Sekolah Rakyat Jombang Capai 91 Persen
Pemerintah mengejar waktu penyelesaian proses administrasi ini karena tenggat agenda lanjutan bagi para siswa sudah semakin dekat.
Diharapkan kuota terpenuhi saat memasuki rangkaian cek kesehatan gratis, tes DNA, dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang direncanakan berlangsung pada 14 sampai 17 Juli.
Secara keseluruhan, total daya tampung di 28 lokasi Jatim mencapai 5.370 peserta didik, terdiri atas 1.680 siswa SD, 1.860 siswa SMP, dan 1.830 siswa SMA.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jatim, Dra Restu Novi Widiani MM mengungkapkan bahwa data pendaftar di lapangan masih sangat dinamis.
“Kami optimistis jumlah itu akan terus bertambah seiring masih berlangsungnya proses penjaringan dan pendampingan,” katanya.
Sementara itu, proses pembelajaran pada 10 SR rintisan yang dihuni total 852 siswa lama dipastikan tetap berjalan normal.
“Hingga saat ini belum terdapat penetapan resmi calon siswa yang akan bersekolah pada Tahun Ajaran 2026/2027. Oleh karena itu, jumlah peserta didik yang nantinya diterima masih dapat berubah seiring berlangsungnya proses penjaringan, verifikasi, dan penetapan oleh pemerintah daerah kabupaten/kota,” pungkas Novi.
Baca juga: Kisah Inspiratif Lulusan Sekolah Rakyat Banyuwangi yang Tembus Universitas Negeri Jember