Viral Pria Asal Bandung Hilang Diduga Diterkam Buaya di Banyuasin, padahal 3 Bulan Lagi Menikah
Lailatun Niqmah July 10, 2026 04:44 AM

TRIBUNWOW.COM – Kisah pilu dialami seorang pria asal Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, yang dilaporkan hilang diduga diterkam buaya saat berada di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Dilansir Tribunwow.com melalui Tribunnews.com, korban bernama Ipan Nurzaman (26) itu diketahui tengah mempersiapkan pernikahannya yang dijadwalkan berlangsung sekitar tiga bulan lagi.

Namun, rencana bahagia tersebut kini terancam batal setelah Ipan dilaporkan hilang pada Senin (6/7/2026).

Dirinya diperkirakan hilang ketika memperbaiki perahu di dermaga Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Banyuasin sekitar pukul 01.53 WIB.

Peristiwa tersebut bahkan sempat terekam kamera CCTV dan videonya viral di media sosial.

Hingga kini, tim SAR bersama kepolisian, warga, dan pawang buaya masih melakukan pencarian terhadap korban.

Baca juga: Viral Kecelakaan Beruntun di Boyolali: Korban Hendak Jemput Istri & Periksa ke RS, Ini Kronologinya

3 Bulan Lagi Menikah

Mengutip Tribunnews.com pada Kamis (9/7/2026), Kepala Desa Teluk Betung, Muhammad Ali, mengungkapkan bahwa Ipan sebenarnya sedang mempersiapkan hari pernikahannya.

Korban diketahui telah bertunangan dengan seorang perempuan yang juga berasal dari Bandung.

"Dia katanya sudah tunangan dan sedang bersiap menikah," ujar Muhammad Ali dalam wawancara pada Rabu (8/7/2026).

Menurutnya, pernikahan tersebut direncanakan berlangsung sekitar tiga bulan lagi.

"Rencananya sekitar tiga bulan lagi akan menikah dengan calon istrinya yang juga berasal dari Bandung," lanjutnya.

Baca juga: Viral Pedagang Cilok Tinggal di Rumah Mewah: Tak Gengsi Tetap Jualan, Ternyata Ini Alasannya

Pendatang dari Bandung

Muhammad Ali menjelaskan, Ipan merupakan pendatang yang belum lama menetap di Desa Teluk Betung.

Korban baru sekitar empat bulan tinggal di desa tersebut setelah memutuskan keluar dari perusahaan tempatnya bekerja.

Sejak saat itu, Ipan memilih bekerja bersama keluarga angkatnya di Teluk Betung.

Dikutip oleh Tribunwow.com dari Kompas.com pada Kamis (9/7/2026), Ipan ternyata merupakan warga RW 10 Desa Batulayang, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Kepala Desa Batulayang, Imam Mujahidin, menjelaskan bahwa korban merupakan putra Ketua RW setempat.

"Betul, warga Batulayang, tepatnya dari RW 10. Kebetulan yang bersangkutan merupakan putra Pak RW," kata Imam pada Selasa (7/7/2026).

Ia mengatakan, pihak desa telah berkomunikasi langsung dengan ayah korban yang kini berada di Sumatera Selatan untuk mengikuti proses pencarian.

"Barusan saya juga sudah konfirmasi ke Pak RW. Kebetulan beliau sedang berada di Sumatera, di lokasi kejadian. Sampai sekarang masih proses pencarian dan korban belum ditemukan," ujarnya.

Baca juga: Fakta Viral Tapir Dibunuh di Mesuji: Kronologi, Daging Dibagikan ke Warga, 4 Orang Ditangkap

Imam juga menjelaskan bahwa Ipan telah merantau ke Sumatera sekitar satu tahun lalu untuk bekerja di sektor pertambangan batu bara.

Awalnya, ia bekerja di sebuah perusahaan tambang sebelum akhirnya memutuskan keluar dan menjalankan usahanya sendiri.

"Kurang lebih sudah satu tahun di Sumatera. Awalnya bekerja di sebuah perusahaan, kemudian keluar dan menjalankan usaha sendiri di sana," jelas Imam.

Setelah menerima kabar hilangnya sang putra, ayah Ipan langsung berangkat menuju Banyuasin untuk mendampingi proses pencarian.

Ia kini berada di lokasi bersama tim SAR, aparat kepolisian, pemerintah setempat, serta warga yang masih terus menyisir area sekitar lokasi kejadian.

"Orang tuanya sudah berada di sana. Tim SAR, pemerintah setempat, dan masyarakat masih melakukan pencarian. Pak RW juga langsung berangkat ke Sumatera setelah menerima kabar tersebut," tutup Imam.

Baca juga: Viral Korban Kecelakaan Dimintai Uang di Denpasar, Polisi Beri Penjelasan, Ini Faktanya

Kronologi Kejadian

Dilansir oleh TribunSumsel.com pada Rabu (8/7/2026), peristiwa yang menimpa Ipan terjadi di sekitar waktu dini hari.

Saat itu, Ipan bersama tiga rekannya sedang berupaya memperbaiki sebuah perahu jukung yang mengalami kerusakan di tepi dermaga.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian, tiga rekan korban lebih dahulu turun ke sungai untuk melakukan perbaikan pada perahu tersebut.

Tak lama kemudian, Ipan memutuskan ikut membantu dengan melompat ke dalam air.

Namun, sesaat setelah masuk ke sungai, korban tiba-tiba menghilang dan tidak lagi terlihat di permukaan.

Melihat kejadian tersebut, rekan-rekan Ipan langsung panik.

Mereka berteriak memanggil nama korban sembari berusaha melakukan pencarian di sekitar lokasi dermaga.

Sayangnya, upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena Ipan tak kunjung ditemukan.

Korban diduga kuat diseret seekor buaya yang diduga berada di kawasan perairan tersebut.

Saat ini, tim SAR bersama kepolisian dan warga setempat terus melakukan pencarian terhadap Ipan yang hingga kini masih belum ditemukan.

(TribunWow.com/Peserta Magang Universitas Sebelas Maret/Meyra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.