BMKG Keluarkan Peringatan Dini Banjir Rob di Pesisir Lombok dan Bima hingga 18 Juli 2026
Idham Khalid July 10, 2026 09:06 AM

 

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid mengeluarkan peringatan dini potensi banjir rob di sejumlah wilayah pesisir Lombok dan pesisir Bima yang berlaku mulai 10 Juli 2026 pukul 06.00 Wita hingga 18 Juli 2026 pukul 14.00 Wita.

Peringatan tersebut dikeluarkan menyusul potensi terjadinya pasang air laut maksimum yang dapat memicu banjir rob di kawasan pesisir, bantaran sungai, dan daerah dengan elevasi rendah.

Berdasarkan prakiraan BMKG, kondisi cuaca di wilayah Lembar dan Sape diperkirakan berkisar dari cerah hingga hujan ringan. Angin bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan 5–20 knot di Lembar dan 5–15 knot di Sape. Tinggi gelombang diprakirakan mencapai 0,5–2 meter dengan pasang maksimum sekitar 2 meter.

Di wilayah Lembar, pasang maksimum diperkirakan terjadi pada pukul 08.00–13.00 Wita, sedangkan di Sape berlangsung pada pukul 06.00–14.00 Wita.

BMKG menyebut sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Timur, Kabupaten Sumbawa, serta Kabupaten dan Kota Bima.

Di Pulau Lombok, wilayah yang berpotensi terdampak yakni Ampenan, Sekarbela, Gerung, Lembar, Pemenang, Jerowaru, dan Labuhan Lombok. Sementara di Pulau Sumbawa meliputi Sumbawa dan Labuhan Badas. Adapun di wilayah Bima meliputi Palibelo, Woha, Bolo, Langgudu, Soromandi, Sape, Rasanae Barat, Hu'u, dan Asakota.

Baca juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Banjir Rob di Pesisir Lombok dan Bima 26 Juni hingga 4 Juli

BMKG mengimbau masyarakat yang bermukim di kawasan pesisir, bantaran sungai, maupun daerah rendah agar meningkatkan kewaspadaan selama periode peringatan berlangsung.

Dengan adanya fenomena tersebut, masyarakat di sekitar pesisir Lombok dan pesisir Bima, bantaran sungai dan daerah yang lebih rendah dihimbau tetap waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari Pasang Air Laut Maksimum, seperti adanya Banjir ROB.

BMKG juga meminta masyarakat terus memantau informasi cuaca, kondisi gelombang, dan peringatan dini terbaru melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi perkembangan kondisi di lapangan.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.