TRIBUNSTYLE.COM - Akhirnya jasad Ipan Nurzaman, korban yang sempat hilang akibat diterkam dan diseret buaya muara ditemukan.
Setelah empat hari pencarian intensif, tim gabungan berhasil menemukan Ipan Nurzaman pada Kamis (9/7/2026) malam.
Saat ditemukan oleh petugas, pria malang tersebut didapati sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Jasad korban terlihat mengambang di sekitar kawasan perairan PT STAL D, yang berlokasi di Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.
Kabar penemuan ini pun dikonfirmasi langsung oleh Kabid Bencana dan Logistik BPBD Banyuasin, Roma Dona.
Menurut Roma Dona, setelah seharian tim gabungan melakukan penyisiran, jenazah korban ditemukan dalam kondisi meninggal di areal PT STAL D, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan.
Baca juga: Tragis! Pria Hilang Misterius Diduga Diterkam Buaya di Banyuasin, Rencana Nikah 3 Bulan Lagi Kandas
"Jenazah korban saat ditemukan berada di tepian sungai dan sudah mengambang. Tim gabungan langsung melakukan evakuasi terhadap jenazah korban," katanya.
Usai berhasil dievakuasi ke rumah salah satu warga di dekat dermaga, jenazah Ipan Nurzaman rencananya akan langsung dibawa ke RS Bhayangkara Palembang untuk menjalani proses visum.
Setelah seluruh rangkaian pemeriksaan medis tersebut selesai, pihak keluarga baru akan membawa pulang jenazah korban ke rumah duka.
"Rencananya dari pihak keluarga, setelah itu akan langsung dibawa ke Bandung. Jenazah korban akan dimakamkan di Bandung," pungkasnya.
Sebelumnya, pria berusia 26 tahun tersebut dilaporkan hilang misterius setelah diduga diterkam buaya di perairan Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin, pada Senin (6/7/2026) sekitar pukul 01.53 WIB.
Peristiwa tragis itu bermula ketika korban bersama tiga rekannya berniat memperbaiki perahu jukung yang tengah bersandar di pinggir dermaga.
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, ketiga rekan korban sebenarnya sudah lebih dahulu turun ke sungai untuk memulai perbaikan.
Namun nahas, tak lama setelah korban ikut melompat ke dalam air, ia seketika menghilang tanpa jejak di dalam senyapnya malam.
Korban diduga diterkam seekor buaya.
Para saksi sempat memanggil dan berusaha mencari korban, namun hingga saat itu korban tidak lagi terlihat di permukaan sungai.
Direktur Polairud Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Heru Agung Nugroho, mengatakan pihaknya telah menurunkan personel untuk melakukan pencarian terhadap korban.
"Tim melakukan koordinasi dengan aparat desa, para saksi, serta masyarakat setempat untuk melaksanakan pencarian di sepanjang aliran sungai yang diduga menjadi lokasi korban hilang," katanya.
Ia menjelaskan, sesaat setelah menerima laporan dari masyarakat, personel Kapal Polisi V-1038 Penuguan Ditpolairud Polda Sumsel langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian.
"Berdasarkan hasil penyelidikan awal, peristiwa tersebut diduga merupakan musibah akibat serangan satwa liar di habitat alaminya. Hingga saat ini tidak ditemukan adanya indikasi tindak pidana dalam kejadian tersebut," ujarnya.
(TribunStyle.com/TribunSumsel.com/M. Ardiansyah)