TRIBUNSTYLE.COM - Ipan Nurzaman (26) calon pengantin asal Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat yang diterkam buaya di Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan ditemukan meninggal dunia tepat di hari ulang tahunnya.
Ipan Nurzaman ditemukan tak bernyawa pada Kamis (9/7/2026) pukul 19.05 WIB oleh tim SAR gabungan.
Kakak korban, Hilmiyati Salamah, mengungkap Ipan ditemukan tepat di hari ulang tahunnya yang ke-26.
"Di hari kelahirannya tanggal 9 Juli, jasad Ipan sudah ketemu dalam keadaan utuh," ungkap Hilmiyati dalam unggahan Instagram seperti dikutip Tribun Style pada Jumat (10/7/2026).
Hilmiyati mengucapkan terima kasih kepada warga Banyuasin yang telah ikut mencari Ipan sejak hilang pada Senin (6/7/2026).
"Terimakasih banyak kepada semua teman-teman yang udah mendoakan adikku Ipan, terutama kepada warga Banyuasin Sumatera yang udah ikut mencari Ipan selama kurang lebih 4 hari," ungkapnya.
Baca juga: Tim SAR Bertaruh Nyawa Cari Ipan, Calon Pengantin Diterkam Buaya di Sumsel, Masuk ke Sarang Predator
Hilmiyati melanjutkan cerita dengan mengungkap kenangan terakhir keluarga bersama Ipan.
Menurutnya pada Februari lalu, Ipan sempat pulang ke Bandung untuk memberangkatkan umroh orangtua dan melamar seorang gadis.
"Waktu bulan Februari Ipan sempat pulang dulu ke Bandung untuk mengumrahkan ayah ibunya dan setelah itu melamar seorang gadis.
Qadarullaah Senin tanggal 6 Juli jam 3 subuh kami keluarganya dapat telpon dari pemilik kelapa sawit di Sumatera bahwa Ipan hilang di laut Sumatera, sekarang pencarian Ipan sudah selesai, Ipan sudah tenang bersama sang pencipta," tambahnya.
Saat ini, jenazah Ipan dalam perjalanan pulang ke rumah duka di Kampung Cijanten RW 10, Desa Batulayang, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Kepala Desa Teluk Betung, Muhammad Ali, mengatakan Ipan telah bertunangan dan sedang mempersiapkan pernikahan yang direncanakan berlangsung sekitar tiga bulan lagi.
"Dia katanya sudah tunangan dan persiapan akan menikah. Katanya sekitar tiga bulan lagi akan menikah. Calonnya juga orang Bandung," ujar Muhammad Ali.
Hilmiyati melalui unggahan Instagramnya mengonfirmasi informasi ini.
Ia mengunggah potret lamaran Ipan dengan kekasih hati yang digelar bulan Februari lalu.
Ipan bersama calon istri terlihat kompak mengenakan busana seragam.
Baca juga: Pencarian Berakhir, Jasad Pria yang Diterkam Buaya di Banyuasin Akhirnya Ditemukan, Tewas Mengambang
Acara lamaran itu dihadiri oleh keluarga dekat dari kedua belah pihak.
Sayang karena kejadian ini, rencana Ipan dan kekasih untuk menikah tiga bulan lagi harus pupus.
Ipan sendiri diketahui bekerja sebagai seorang pelaut.
Ipan baru sekitar empat bulan tinggal di Desa Teluk Betung setelah bekerja di sebuah perusahaan sebelum bergabung dengan keluarga angkatnya di Desa Teluk Betung.
Anggota Badan SAR Nasional (Basarnas) Joshua Banjarnahor ungkap tim SAR bertaruh nyawa untuk menemukan Ipan.
Dalam unggahannya di Instagram pada Kamis (9/7/2026) malam, Joshua mengunggah cuplikan video proses pencarian Ipan.
Video itu memperlihatkan tim SAR tengah berkutat di area perairan yang keruh ketika menemukan jenazah Ipan.
Ucapan takbir terdengar dikumandangkan ketika tim SAR bergerak memasukkan jenazah Ipan ke kantong jenazah.
Dalam keterangannya, Joshua mengatakan Ipan ditemukan pada Kamis (10/7/2026) malam sekira pukul 19.05 WIB.
"Setelah 3 hari menegangkan, Tim SAR Gabungan akhirnya berhasil menemukan Ipan Nurzaman (26 th) pada Kamis (9/7) malam pukul 19.05 WIB.
Pemuda yang diterkam buaya saat memperbaiki kemudi kapal di Desa Teluk Betung, Banyuasin ini ditemukan meninggal dunia, terapung sejauh 2 KM dari lokasi awal," ungkap Joshua.
Joshua menyebut tim SAR harus bertaruh nyawa masuk ke sarang buaya demi mencari keberadaan Ipan.
Mereka menghadapi bahaya karena area perairan lokasi hilangnya Ipan berair keruh dengan jarak pandang nol.
Tak hanya itu, lokasi itu juga menjadi habitat buaya.
"Meski harus menghadapi air yang sangat keruh dengan jarak pandang nol dan risiko kepungan buaya agresif, tim dari Basarnas Palembang, TNI/Polri, BPBD, bersama warga tetap gigih menyisir sungai demi membawa korban pulang.
Kini, jenazah telah dievakuasi ke RSUD Banyuasin untuk diserahkan ke pihak keluarga, dan operasi resmi ditutup," pungkas Joshua. (Tribun Style/GPS)