Desa Pelangas Gelar Nganggung Durian 2026, Ada 1.000 Durian Gratis untuk Masyarakat
Ajie Gusti Prabowo July 10, 2026 05:50 PM

SIMPANG TERITIP, BABEL NEWS - Sebanyak kurang lebih 1.000 butir durian dipersiapkan untuk acara Nganggung Durian 2026 di Masjid Miftahul Jannah Desa Pelangas, Kecamatan Simpang Teritip, Bangka Barat, Jumat (10/7). Kegiatan tersebut dilaksanakan sehabis ibadah Salat Jumat sebagai wujud syukur atas musim durian yang melimpah dan ajang mempererat tali silahturahmi serta kekeluargaan.

Durian-durian tersebut diikat menggunakan kulit pohon, sebagai bagian dari pelestarian adat dan tradisi zaman dulu. "Orang zaman dulu kan belum ada tali rapiah, jadi ngiketnya pakai kulit pohon, itu lebih kuat dan susah lepas," kata Ashorin, salah satu panitia acara Nganggung Durian.

Selanjutnya, durian-durian yang telah diikatkan tersebut nantinya akan dibawa ke masjid secara bersama-sama dengan ditenteng oleh arak-arakan warga. Selain itu, masing-masing warga Desa Pelangas juga nantinya akan menyumbangkan durian tersebut untuk disantap bersama-sama di masjid. "Kurang lebih ada lah 1.000 butir, belum nanti yang warga nganter langsung ke masjid," jelasnya.

Kata Ashorin, tradisi Nganggung Durian ini memang sudah menjadi adat dan tradisi masyarakat Desa Pelangas sejak dulu. Tidak hanya durian, buah-buah lainnya yang sedang dalam masa panen melimpah juga kerap dijadikan kegiatan Nganggung.

"Tergantung musim lah, kalau ada rambutan, nganggung rambutan, cempedak. Tapi kalau durian ini kan memang lebih wah karena dia raja buah," ujarnya.

Acara Nganggung Durian tersebut pun digelar terbuka untuk umum dan gratis. Masyarakat dapat menikmati durian sepuasnya dan menyantapnya bersama-sama. "Pokoknya makan sepuasnya, selagi ada, boleh makan sepuasnya," tegasnya.

Pariwisata daerah
Diketahui, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berupaya menjadikan durian lokal sebagai daya tarik utama sektor pariwisata daerah. Upaya tersebut dilakukan melalui promosi dan event wisata.

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disparbudkepora) Bangka Belitung, Wydia Kemala Sari, mengatakan dengan adanya pengembangan komoditas durian, sehingga mampu menarik wisatawan dari berbagai daerah hingga mancanegara.

"Durian itu, kenapa Malaysia itu dengan Musang King-nya orang bisa datang ke Malaysia. Hanya untuk makan durian, kita harapkan para wisatawan datang ke Provinsi Bangka Belitung untuk makan durian khas Babel," kata Wydia Kemala Sari.

Diakuinya, berbagai daerah bahkan negara, telah berhasil mengangkat komoditas unggulan sebagai magnet wisata. Seperti Malaysia dikenal dengan durian Musang King dan Babel juga memiliki durian khas dengan cita rasa unggulan, tidak kalah untuk bersaing. "Itu menjadi salah satu target, unggulan kami. Untuk mendatangkan wisatawan, kalau saya pribadi ya. Durian kita the best, durian terenak sedunia," ujarnya.

Ia menilai durian lokal Babel memiliki kualitas yang sangat baik dan berpotensi menjadi identitas daerah. Karena itu, pengembangan komoditas durian perlu ditindaklanjuti secara serius. Sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan sektor pariwisata.

"Itu kami mencoba tindak lanjuti, maksudnya durian ini menjadi salah satu komoditas juga. Untuk mendatangkan wisatawan, ini yang akan kita promosikan, di tingkat nasional dan internasional," jelasnya.

Dirinya juga berharap, durian Babel mampu menjadi salah satu ikon yang dapat menarik wisatawan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (u2/riu)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.