Jurgen Klopp bersiap melakukan perubahan besar dalam staf pelatih tim nasional Jerman dengan membawa dua mantan asistennya di Liverpool, Peter Krawietz dan Pepijn Lijnders, untuk bergabung dalam jajaran kepelatihan baru. Pejabat tinggi Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) dan pihak Red Bull dijadwalkan mengadakan pembicaraan mengenai rincian akhir kepindahan pelatih tersebut, dengan kesepakatan tidak biasa yang diharapkan dapat menghindari biaya kompensasi yang besar.
Klopp tengah mempersiapkan perombakan besar-besaran terhadap struktur kepelatihan Jerman sebagai pengganti Julian Nagelsmann, menurut laporan dari Kicker. Krawietz dan Lijnders, yang sebelumnya bekerja bersama Klopp dalam kesuksesan Liverpool menjuarai Liga Primer Inggris dan Liga Champions, diperkirakan akan kembali mendampinginya. Mereka akan menggantikan asisten yang akan meninggalkan jabatan, yaitu Benjamin Hubner, Benjamin Gluck, Alfred Schreuder, dan Bram Geers.
Pelatih kiper Andreas Kronenberg diperkirakan akan tetap bertahan di posisinya, sementara Hannes Wolf — yang saat ini menjabat sebagai direktur pengembangan pemain muda DFB dan pernah bekerja dengan Klopp di Borussia Dortmund — berpotensi mendapatkan peran yang lebih besar di tim senior.
Pertemuan di New York akan menjadi tahap akhir dalam proses penyelesaian kontrak Klopp. Presiden DFB, Bernd Neuendorf, serta wakil presiden Hans-Joachim Watzke dijadwalkan bertemu dengan pelatih yang ditunjuk tersebut di New York akhir pekan ini. Pembicaraan ini dilakukan setelah diputuskan bahwa Rudi Voller akan tetap menjabat sebagai direktur olahraga, berfungsi sebagai penghubung antara federasi dan staf pelatih baru.
Setelah pertemuan awal dengan Klopp, CEO Red Bull, Oliver Mintzlaff, juga diperkirakan akan terbang ke New York untuk membahas proses transisi. Saat ini Klopp menjabat sebagai Kepala Sepak Bola Global untuk grup Red Bull dengan kontrak yang berlaku hingga tahun 2029. Meskipun tidak terdapat klausul pelepasan formal dalam kontraknya, dilaporkan bahwa terdapat 'perjanjian keluar' yang dibuat ketika ia menandatangani kontrak, yang memungkinkan dirinya menjajaki peluang melatih tim nasional bila kesempatan itu muncul.
DFB dan Red Bull dikabarkan sedang membahas kesepakatan yang memungkinkan Klopp mengambil alih posisi pelatih kepala Jerman tanpa federasi harus membayar kompensasi. Berdasarkan rencana tersebut, Klopp akan tetap berperan sebagai duta merek Red Bull sambil menjalankan tugasnya sebagai pelatih tim nasional Jerman. Kesepakatan ini disebut-sebut akan memungkinkan Red Bull mempertahankan hubungan mereka dengan Klopp, sekaligus memberikan kebebasan bagi pelatih asal Jerman itu untuk memimpin tim nasional. Selain itu, kesepakatan ini akan meringankan beban keuangan DFB setelah biaya yang dikeluarkan untuk pemutusan kontrak Nagelsmann dan kekecewaan akibat hasil buruk di Piala Dunia.
Apabila pembicaraan di New York berjalan lancar, Klopp diperkirakan akan menandatangani kontrak hingga Piala Dunia 2030. Laporan yang sama menyebutkan bahwa kesepakatan jangka panjang ini merupakan bagian dari rencana DFB untuk membangun proyek stabil di bawah kepemimpinan Klopp, dengan harapan dapat mengembalikan kejayaan Jerman di panggung sepak bola internasional.