BPBD Petakan 16.485 Hektare Wilayah di Tangsel Rawan Kekeringan, Kecamatan Setu Paling Berisiko
Abdul Rosid July 10, 2026 09:01 PM

Laporan wartawan TribunBanten.com Ade Feri Anggriawan

TRIBUNBANTEN.COM, TANGSEL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mulai memetakan potensi bahaya kekeringan seiring masuknya musim kemarau yang mulai terjadi sejak awal Juli 2026.

Berdasarkan hasil pemetaan BPBD, luas wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan di Kota Tangsel mencapai 16.485,47 hektare. 

Meski sebagian besar masih berada pada kategori bahaya rendah, Kecamatan Setu menjadi wilayah yang dinilai paling rawan mengalami kekeringan.

Baca juga: Lebak Masuk Musim Kemarau, BPBD Ingatkan Ancaman Kekeringan dan Krisis Air Bersih

Sekretaris BPBD Kota Tangerang Selatan, Essa Nugraha Sudjana mengatakan, potensi kekeringan tersebut dipengaruhi oleh riwayat kejadian pada tahun-tahun sebelumnya serta kondisi curah hujan di masing-masing wilayah.

"Luas total yang terkena bahaya kekeringan yaitu 16.485,47 hektare," kata Essa saat dikonfirmasi melalui pesan whatsapp, Jumat (10/7/2026).

Menurutnya, Kecamatan Setu menjadi wilayah dengan tingkat kerawanan paling tinggi di Tangsel. 

Meski demikian, lanjut Essa, tingkat bahayanya masih berada pada kategori sedang.

Ia menjelaskan, di Kecamatan Setu luas wilayah dengan potensi bahaya kekeringan kategori rendah mencapai 1.246,23 hektare, sedangkan kategori sedang mencapai 432,09 hektare.

Sementara itu, enam kecamatan lainnya di Kota Tangerang Selatan masih masuk dalam kategori bahaya rendah.

"Karena memang ada histori kekeringan dan intensitas curah hujan," ujarnya.

Essa menambahkan, berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih kering dibandingkan kondisi rata-rata yang pernah terjadi dalam kurun waktu sekitar 30 tahun terakhir.

"Dan Tangsel awal bulan Juli ini sudah masuk (musim kemarau), dan sudah ada yang terkena dampak dari kemarau tersebut," jelasnya.

Ia mengungkapkan, dampak musim kemarau tersebut mulai dirasakan warga Kampung Koceak RT 02 RW 01, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu. 

"Kawasan tersebut memang menjadi daerah langganan kekeringan hampir setiap musim kemarau," ungkapnya.

Sebagai langkah penanganan, BPBD Kota Tangsel telah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 4.000 liter kepada warga setempat.

"Rabu kemarin sudah kami salurkan bantuan air ke warga," katanya.

Ia pun memastikan, BPBD Tangsel akan terus memantau perkembangan musim kemarau dan menyiapkan distribusi bantuan air bersih apabila wilayah lain mulai mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih akibat kekeringan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.