Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Presiden Prabowo Subianto sentil penegakan hukum di Indonesia, saat meresmikan Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, Jumat (10/7/2026).
Prabowo mengatakan bahwa penegakan hukum harus menyentuh semua kalangan, baik kalangan kelas atas maupun kalangan kelas bawah. Ia ingin hukum di Indonesia tak pandang bulu.
"Hukum itu untuk semua, bukan hanya untuk orang kuat saja, bukan hanya untuk orang kaya saja," kata Prabowo.
Mantan Menteri Pertahanan ini juga mengaku geram dengan para pejabat yang korupsi, bahkan menyebutnya sebagai bajingan.
"Koruptor itu bajingan, tapi saya tidak boleh ngomong begini. Anda mau bicara saya sopan atau mau bicara saya jujur," kata Prabowo di hadapan warga NTB.
Ia juga mengaku tak gentar menghadapi para koruptor tersebut, sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Prabowo juga menyinggung terkait permainan para pemilik dapur makan bergizi gratis (MBG).
Prabowo meminta agar para pemilik dapur tidak mengurangi porsi makanan yang diberikan kepada sasaran, misalnya jumlah potongan ayam yang seharusnya dipotong 12 malah dibuat menjadi 18 potong.
"Tapi kalau orang mau cari uang, ada saja akalnya," sentil Prabowo.
Baca juga: Prabowo Sebut Masyarakat NTB Tetap Setia Meski Berkali-kali Kalah Pilpres
Tidak hanya itu Prabowo juga meminta kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Naniek S Deyang, untuk memantau agar tidak ada lagi yang memberikan anak-anak telur dadar tetapi harus telur rebus atau telur ceplok.
Menurutnya menu yang sederhana ini saja sering dipermainkan oleh pemilik dapur, karena telur yang seharusnya dikonsumsi untuk satu orang justru dibagi empat orang.
"Jangan berikan anak-anak telur dadar, berikan mereka telur rebus atau telur ceplok, biasanya ini telur kalau di dadar banyak campuran, dibagi empat pula," pungkasnya.
(*)