Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), terus meningkatkan layanan kesehatan.
Rumah sakit milik Pemkab SBT itu menyiapkan layanan mamografi, kateterisasi jantung (Cath Lab), dan hemodialisa atau cuci darah yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2027.
Direktur RSUD Bula, dr. Deny Suryana, mengatakan pengembangan layanan tersebut dilakukan agar masyarakat tidak lagi bergantung pada rumah sakit di luar daerah.
Untuk layanan mamografi, pembangunan fasilitas akan dimulai pada 2026.
Baca juga: RSUD Bula Datangkan Lima Dokter Spesialis Baru: Spesialis Penyakit Dalam, Saraf Hingga Mata
Baca juga: Densus 88 Gandeng Pemkot Ambon Perkuat Benteng Anti-Radikalisme
Layanan ini diperuntukkan bagi deteksi dini kanker payudara.
"Untuk tahun 2026 ini InsyaAllah bulan depan sudah mulai pembangunan untuk layanan mamografi, yaitu pemeriksaan deteksi kanker pada ibu," ujarnya saat peluncuran Universal Health Coverage (UHC) Prioritas di Kantor Bupati SBT, Kamis (9/7/2026).
Sementara itu, layanan Cath Lab ditargetkan beroperasi pada 2027.
Fasilitas tersebut akan digunakan untuk penanganan penyakit jantung tanpa harus merujuk pasien ke luar daerah.
Menurut Deny, ruang pelayanan telah tersedia dan peralatan utama sudah dikirim dari Jakarta.
Saat ini RSUD Bula masih berproses dengan Kementerian Kesehatan untuk pengoperasiannya.
"Untuk 2027 targetnya rumah sakit sudah ada Cath Lab. InsyaAllah akhir tahun ini kami sedang berproses bersama Kementerian Kesehatan karena ruangannya sudah ada dan alatnya juga sudah dikirim dari Jakarta," katanya.
Lebih lanjut dijelaskan, pihaknya juga telah bekerja sama dengan Universitas Hasanuddin untuk menghadirkan dokter spesialis jantung sebagai penunjang layanan tersebut.
Selain Cath Lab, RSUD Bula menargetkan membuka layanan hemodialisa pada 2027.
Program ini merupakan arahan Bupati SBT, Fachri Husni Alkatiri, menyusul meningkatnya jumlah pasien gagal ginjal.
"Alhamdulillah untuk 2027 sudah berproses atas arahan Bapak Bupati terkait mulai banyaknya pasien gagal ginjal yang perlu menjalani hemodialisa," katanya.
Deny menjelaskan ruangan dan peralatan hemodialisa telah disiapkan. Proses yang tersisa hanya penyelesaian perizinan.
Ia mengatakan hasil konsultasi dengan Kementerian Kesehatan menunjukkan rumah sakit hanya diminta melengkapi dokter yang memenuhi persyaratan.
Persyaratan itu kini telah dipenuhi.
"InsyaAllah persyaratan itu sudah terpenuhi. Mudah-mudahan pada 2027 layanan hemodialisa di RSUD Bula sudah bisa berjalan," ucapnya.
Menurut Deny, kehadiran tiga layanan tersebut akan mempercepat akses pelayanan kesehatan sekaligus mengurangi kebutuhan rujukan pasien ke Ambon maupun daerah lain.
"Kami terus berproses melengkapi layanan kesehatan agar masyarakat Seram Bagian Timur bisa memperoleh pelayanan yang lebih baik tanpa harus dirujuk ke luar daerah," tutupnya.(*)