Parade Surya Senja AAL, Aksi Heroik Taruna Hingga Kembang Api Hipnotis Pengunjung 
Wiwit Purwanto July 10, 2026 11:32 PM

 

SURYA.CO.ID  SURABAYA - Langit di Bumimoro, Kecamatan Krembangan, Kota Surabaya, Jatim, mulai senja pada Rabu (8/7/2026). Ribuan warga di Surabaya dan sekitarnya mulai berbondong-bondong menuju Lapangan Arafuru, Kesatrian Akademi Angkatan laut (AAL).

Di tempat inilah digelar Parade Surya Senja Taruna AAL. Warga siapa pun kali ini boleh masuk ke areal militer markas pendidikan  TNI AL untuk menyaksikan aksi para taruna AAL di bidang militer dan seni.

Warga bebas menjelajah aneka kuliner yang memanjakan lidah di setiap stan sudah disiapkan untuk pembuka. Puncaknya, ribuan warga bisa menyaksikan langsung aksi memukau para taruna AAL.

Kali ini, adalah taruna AAL angkatan e-72 yang unjuk keterampilan dalam Parade Surya Senja. Warga dan keluarga di lingkungan TNI AL ramai-ramai menyaksikan aksi para taruna itu untuk kebolehan.

Tradisi Parade Surya Senja adalah serangkaian upacara militer penurunan bendera Sang Merah Putih yang dilaksanakan pada sore hari menjelang matahari terbenam.

Baca juga: Pimpin Wisuda Perwira Remaja, Kasal Tegaskan Masuk AAL Tanpa Biaya

Kemudian dilanjutkan dengan serah terima jabatan Tambur Mayor atau dikenal dengan mayoret Genderang Suling Gita Jala Taruna AAL. Pasukan drum band berkelas AAL.

Serah terima tambur mayor dari Taruna Tingkat III kepada Taruna Tingkat II saat  menjelang berakhirnya masa pendidikan di AAL. Penyerahan tanggung jawab Taruna paling senior terhadap Resimen Korps Taruna AAL ke yunior.

Menjelang magrib, warga sudah menyerbu lapangan Arafura di kompleks AAL. Petugas di lingkungan ini harus mengarahkan pengunjung. Puncaknya pada pukul 20.00.

Aksi Memukau Genderang Suling Gita Jala Taruna AAL

Yakni aksi Genderang Suling Gita Jala Taruna AAL yang bikin kagum pengunjung. Tarian Nusantara yang dikolaborasikan dengan band taruna AAL, Brass Band, dan diakhiri dengan pesta kembang api.

Diawali dengan suguhan kemampuan disiplin para taruna calon perwira TNI AL dengan kolone senapan. Yakni skill baris-berbaris yang dikombinasikan dengan gerakan akrobatik menggunakan senapan.

Baca juga: ITS dan AAL Jajaki Kerja Sama Pengembangan Pusat Studi Perang Drone

"Kemampuan ini menuntut konsentrasi tinggi, kekuatan fisik, serta ritme untuk membentuk koreografi yang dinamis dan kompak," sebut MC yang diikuti tepuk tangan meriah pengunjung Parade Surya Senja.

Pengunjung makin malam makin merangsek ke lapangan Arafuru saat
Genderang Suling Gita Jala Taruna mulai tampil. Dengan harmoni musik dan tarian Nusantara semakin membuat warga terhibur.

"Saya senang lihat aksi para Taruna yang gagah. Ada juga Taruni yang hebat. Kami pengen anak saya jadi taruna AAL. Lulus jadi perwira," ucap Dewi, pengunjung asal Surabaya yang membawa serta keluarganya.

Suara tepuk tangan dan gemuruh sorak-sorai pengunjung membahana saat atraksi penuh akrobatik ditunjukkan para taruna. Personel Genderang Suling Gita Jala Taruna itu ada yang naik tumpukan drum hingga aksi heroik lainnya.

Hadir dalam Parade Surya Senja itu Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali, Gubernur AAL Laksda TNI Sigit Santoso, Ibu Asuh Taruna AAL Ny Listi Sigit Santoso, serta pejabat utama Mabesal, dan pejabat lainnya.

Tradisi Serah Terima Jabatan Tambur Mayor Genderang Suling Gita Jala Taruna AAL

Acara tradisi serah terima jabatan Tambur Mayor Genderang Suling Gita Jala Taruna AAL dipimpin langsung oleh Ketua Umum Jalasenastri Ny Fera Muhammad Ali selaku Ibu Taruna AAL. Fera adalah istri Kasal Muhammad Ali.

Jabatan Tambur Mayor Genderang Suling Gita Jala Taruna AAL diserahterimakan oleh Sermatar (P) Muhammad Reza Pahlevi kepada Sertar (P) Ahmad Reyhan Akbar.

Ditandai dengan penyerahan alat Genderang Suling dari Taruna AAL Tingkat III Angkatan ke-72 kepada Taruna AAL Tingkat II Angkatan ke-73 dan pengukuhan Tambur Mayor.

Yakni melepas pet Sertar (P) Ahmad Reyhan Akbar dan menggantikannya dengan pet Jambul Tambur Mayor Genderang Suling Gita Jala Taruna AAL.

Pelepasan Tambur Mayor lama Sermatar (P) Muhammad Reza Pahlevi dengan cara melempar stick dari atas bass drum kepada Tambur Mayor yang baru Sertar (P) Ahmad Reyhan Akbar, diiringi dengan narasi dan irama Genderang Suling.

"Artinya telah terjadi pergantian tampuk kepemimpinan Genderang Suling Gita Jala Taruna AAL. Harus dijalankan penuh tanggung jawab. Jaga integritas sebagai Taruna paling senior untuk mengemban amanah yang diberikan," ucap Fera Muhammad Ali. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.