Pengurus IDI Ciamis 2026-2029 Dilantik, Bupati Minta Dokter Layani Semua Pasien Tanpa Diskriminasi
Machmud Mubarok July 10, 2026 11:35 PM

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menegaskan seluruh dokter harus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat tanpa membedakan status sosial, suku, agama, maupun kondisi ekonomi pasien.

Pesan itu disampaikan Herdiat saat menghadiri pelantikan Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kabupaten Ciamis periode 2026–2029 di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Ciamis, Jumat (10/7/2026).

Pada pelantikan tersebut, dr Rizali Sofiyan resmi dilantik sebagai Ketua IDI Kabupaten Ciamis periode 2026–2029, menggantikan dr Budi Ahmad Rasas. 

Pelantikan dipimpin Ketua IDI Jawa Barat, dr Mohamad Luthfi, serta dihadiri jajaran Pemkab Ciamis, kepala OPD, dan tamu undangan.

Dalam sambutannya, Herdiat mengingatkan bahwa profesi dokter merupakan profesi yang mulia karena berkaitan langsung dengan keselamatan dan kualitas hidup masyarakat.

"Selamat kepada seluruh pengurus yang telah dilantik. Pelantikan ini bukan hanya seremoni, tetapi amanah yang harus diwujudkan dalam kerja nyata. Sebagai dokter, layani masyarakat tanpa membedakan suku, agama, maupun status sosial. Jangan melihat apakah pasien kaya atau miskin, semuanya harus mendapatkan pelayanan yang sama dan terbaik," tegas Herdiat.

Baca juga: 1.500 Orang Ramaikan IDI Run 2025, Wali Kota Tasik Dorong Kota Inspirator Kesehatan di Jabar

Baca juga: IDI dan Dinkes Selidiki Izin Klinik Kasus Malapraktik Khitan di Tasikmalaya, Korban Dirujuk ke RSHS

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus IDI periode sebelumnya atas dedikasi selama empat tahun terakhir dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Ciamis.

"Terima kasih kepada seluruh pengurus sebelumnya atas dedikasi dan pengabdiannya. Mudah-mudahan semua yang telah dilakukan menjadi amal ibadah dan memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Ciamis," ujarnya.

Menurut Herdiat, kemuliaan profesi dokter tidak hanya ditentukan oleh ilmu yang dimiliki, tetapi juga oleh bagaimana ilmu tersebut digunakan untuk menolong sesama.

Ia pun mengingatkan para dokter agar terus meningkatkan kompetensi karena perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kedokteran berlangsung sangat cepat. 

Dengan terus memperbarui kemampuan, para dokter diharapkan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang semakin profesional dan berkualitas.

Sementara itu, Ketua IDI Jawa Barat, dr Mohamad Luthfi, mengatakan dunia kedokteran saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan hingga meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap mutu pelayanan kesehatan.

Menurutnya, kolaborasi antarlembaga menjadi salah satu kunci untuk menjawab tantangan tersebut. 

Selain itu, perlindungan hukum bagi tenaga medis juga perlu mendapat perhatian agar dokter dapat bekerja secara profesional.

"Dalam menjalankan profesinya, dokter tidak pernah memiliki niat untuk mencelakakan pasien, melainkan berupaya memberikan pertolongan terbaik. Karena itu, kolaborasi dan dukungan dari semua pihak sangat diperlukan untuk menciptakan pelayanan kesehatan yang aman dan berkualitas," kata dr Mohamad Luthfi.

Pelantikan pengurus baru IDI Ciamis diharapkan menjadi momentum memperkuat soliditas organisasi sekaligus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kabupaten Ciamis.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.