Ramos Horta Sebut Megawati Simbol Perlawanan Demokrasi Indonesia
Erik S July 10, 2026 11:38 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Momentum penganugerahan penghargaan tertinggi Grande Colar da Ordem de Timor-Leste kepada Presiden Kelima Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, memicu apresiasi mendalam dari jajaran pimpinan tertinggi Republik Demokratik Timor-Leste.

Presiden José Ramos-Horta, Wakil Perdana Menteri Francisco Kalbuadi Lay, hingga Penasihat Senior Nelson Santos secara khusus memberikan pengakuan terhadap rekam jejak historis Megawati serta peran institusional PDI Perjuangan (PDIP) dalam mengawal masa transisi demokrasi Indonesia yang dampaknya ikut dirasakan di
kawasan regional.

Presiden Timor-Leste, José Ramos-Horta, menegaskan bahwa sejarah panjang perjuangan Megawati tidak dapat dilepaskan dari partai yang dipimpinnya.

Ia menunjuk peristiwa penyerangan kantor PDI pada 27 Juli 1996 (Kudatuli) di Jakarta sebagai tonggak sejarah yang melahirkan gerakan reformasi sipil di Indonesia.

"Peristiwa serangan 27 Juli 1996 terhadap markas PDI di Jakarta adalah momen penentu. Kekerasan hari itu mengubah Ibu Megawati menjadi simbol sipil paling menonjol dari perlawanan demokratis, yang dari sana gerakan Reformasi kemudian lahir," ungkap Ramos-Horta, Jumat (10/7/2026).

Saksi Perjuangan Masa Sulit

Kesaksian mendalam mengenai ketangguhan politik PDIP juga disampaikan oleh Wakil Perdana Menteri Timor-Leste, Francisco Kalbuadi Lay.

Sebagai tokoh yang mengalami langsung era integrasi masa lalu, pria yang akrab disapa Chico ini mengaku memahami betul beratnya perjuangan Megawati di bawah tekanan politik penguasa saat itu.

"Saya sendiri mengalami dan tahu karena ketika itu masih bersama Indonesia. Saya tahu betapa giatnya Ibu dan sabarnya seorang ibu untuk menantikan bahwa suatu saat rakyat akan sadar bahwa kebenaran adalah segalanya," kenang Chico.

Baca juga: Megawati Soekarnoputri Berziarah ke TMP Seroja Dili, Tabur Bunga dan Panjatkan Doa

Kegigihan dan kesabaran politik tersebut, lanjutnya, terbukti nyata dalam dinamika politik modern di mana PDI Perjuangan mampu bertransformasi menjadi salah satu kekuatan politik terbesar di Indonesia secara konsisten.

Menjadi Teladan Demokrasi

Sementara itu, Penasihat Senior Presiden Timor-Leste, Nelson Santos, menggarisbawahi peran strategis PDIP dalam mengawal transisi demokrasi Indonesia dari era otoritarian menuju iklim politik yang terbuka, stabil, dan demokratis.

Bagi Timor-Leste yang merupakan negara demokrasi yang relatif muda, rekam jejak pengelolaan organisasi dan perjuangan ideologi PDIP menjadi referensi pembelajaran yang sangat berharga.

"PDI Perjuangan sebagai sebuah partai memiliki sejarah yang panjang. Sebuah partai yang telah melihat dan mengawal masa transisi demokrasi di Indonesia. Kami di Timor-Leste tentu ingin memanfaatkan sejarah dan pengalaman berharga PDI Perjuangan demi kemajuan demokrasi kami juga," pungkas Nelson Santos.

Melalui kehadiran Megawati di Dili, para pemimpin Timor-Leste meyakini hubungan bilateral antara kedua negara tetangga ini akan terus melangkah maju di atas pondasi kokoh persahabatan, rekonsiliasi sejarah, serta komitmen bersama dalam menjaga perdamaian di kawasan Asia Tenggara. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.