- Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan keprihatinannya atas operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjerat Bupati Sukoharjo, Etik Suryani. Ia menilai peristiwa tersebut harus menjadi pengingat bagi seluruh kepala daerah untuk menjalankan pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas.
Ahmad Luthfi mengatakan seorang pemimpin memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan teladan kepada aparatur di lingkungan pemerintahannya. Karena itu, setiap kepala daerah harus memastikan seluruh kebijakan, penggunaan anggaran, dan pertanggungjawaban kegiatan pemerintahan dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia juga mengingatkan pentingnya kepemimpinan yang berintegritas. Dalam pernyataannya, Ahmad Luthfi menyampaikan kiasan bahwa "ikan busuk berasal dari kepalanya" sebagai penekanan bahwa pemimpin harus menjadi contoh bagi bawahannya.
Meski menyayangkan peristiwa tersebut, Ahmad Luthfi menegaskan tetap mendukung langkah KPK dalam memberantas tindak pidana korupsi di Jawa Tengah.
Mantan Kapolda Jawa Tengah itu juga menegaskan bahwa setiap orang memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum. Menurutnya, proses hukum yang sedang berjalan harus dihormati dan diserahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.
Ahmad Luthfi berharap kasus yang menimpa Bupati Sukoharjo dapat menjadi pelajaran bagi seluruh pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah maupun pemerintah kabupaten dan kota agar senantiasa menerapkan tata kelola pemerintahan yang baik, efektif, bersih, dan bebas dari praktik korupsi.