Prabowo Didesak Larang TNI Jadi Tameng Kasus Korupsi, Puluhan Rantis Brimob Siaga Jaga Barang Bukti
Tribun-video July 10, 2026 11:56 PM
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baruTRIBUN-VIDEO.COM - Sikap TNI setelah Polri mengusut kasus dugaan korupsi batu bara penyebab black out di Sumatera menjadi sorotan.Presiden Prabowo Subianto didesak segera memerintahkan penarikan seluruh personel TNI dari segala bentuk keterlibatan melindungi seseorang yang diduga terlibat korupsi.Seperti diketahui sejumlah aparat TNI menjaga rumah jaksa saat Kortastipidkor Polri bersama Polda Metro Jaya melakukan penggeledahan terkait kasus dugaan korupsi batu bara.Selain itu, sejumlah personel yang diduga merupakan anggota TNI juga dilaporkan mendatangi Polda Metro Jaya setelah polisi mengamankan barang bukti 74 kg emas hingga miliaran uang tunai.Atas hal itu Presiden Prabowo didesak segera memerintahkan investigasi menyeluruh terhadap dugaan pengerahan personel TNI ke Polda Metro Jaya.Desakan itu disampaikan oleh Ketua Dewan Nasional SETARA Institute Hendardi pada Jumat (10/7).Menurut Hendardi, penjagaan rumah seseorang yang diduga terlibat korupsi merupakan bentuk pengkhianatan negara.Ia menilai negara tidak boleh membiarkan institusi penegak hukum saling melindungi, apalagi dipakai sebagai tameng dugaan korupsi.Sementara itu Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah mengakui rumah mewah di Sentul yang digeledah polisi adalah miliknya.Namun Febrie membantah dirinya terlibat dalam kasus korupsi batu bara penyebab black out di Sumatera.Febrie mengatakan puluhan kilogram emas batangan dan uang ratusan miliar rupiah yang ditemukan polisi itu memiliki pemilik.Namun Febrie tidak menjelaskan secara rinci siapa sosok pemilik emas dan uang tersebut.Sementara itu, pengamanan di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, diperketat pada Jumat (10/7/2026). Puluhan kendaraan taktis milik Korps Brimob Polri disiagakan sebagai bagian dari pengamanan penyidikan sejumlah perkara dugaan korupsi yang tengah ditangani.Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah kendaraan taktis terlihat terparkir di area markas dan masih dalam kondisi siaga. Kendaraan tersebut terdiri dari satu unit rantis Todak, satu unit Barracuda, empat unit Rimueng, empat kendaraan pengurai massa atau Raisa, satu unit water cannon, empat truk, tujuh bus, serta puluhan sepeda motor dinas Brimob.Selain kendaraan taktis, puluhan personel Korps Brimob juga tampak berjaga di sejumlah titik di kawasan Mapolda Metro Jaya. Bahkan, tenda pleton didirikan di area pintu keluar markas sebagai bagian dari kesiapsiagaan pengamanan.Pengetatan pengamanan dilakukan seiring penyidikan tiga perkara dugaan korupsi yang sedang ditangani kepolisian, yakni kasus dugaan korupsi tata kelola batu bara PLTU, PT Asabri, dan Krakatau Steel.Sebelumnya, sejumlah kendaraan taktis Brimob juga dikerahkan saat penggeledahan di beberapa lokasi, termasuk sebuah ruko di Jalan Asem III, Cipete. Kendaraan Barracuda digunakan untuk mengangkut barang bukti, termasuk brankas yang diduga berkaitan dengan perkara yang sedang diusut.Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto, membenarkan adanya pengetatan pengamanan di markas Polda Metro Jaya. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan karena seluruh barang bukti hasil penyitaan disimpan di Mapolda Metro Jaya, sekaligus menjadi lokasi pemeriksaan para saksi.Ia menjelaskan, pengamanan dilakukan secara menyeluruh, baik di lingkungan internal maupun eksternal, untuk memastikan seluruh barang bukti tetap aman selama proses penyidikan berlangsung.Budi Hermanto menambahkan, pola pengamanan akan kembali normal setelah seluruh tahapan penyidikan selesai dilaksanakan.(Tribun-Video.com)Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Rantis Lapis Baja Todak, Barracuda, Rimueng Brimob Polri Masih Stand By Jaga Ketat Polda Metro Jaya, https://www.tribunnews.com/nasional/7852531/rantis-lapis-baja-todak-barracuda-rimueng-brimob-polri-masih-stand-by-jaga-ketat-polda-metro-jaya.Program: Hot TopicEditor Video: Difa Isnaeni Azizah