TRIBUNFLORES.COM, LARANTUKA - Pemerintah Kabupaten Flores Timur menggandeng Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere dalam pelaksanaan Program Future School, sebuah program transformasi pendidikan yang menitikberatkan pada penguatan kemampuan bahasa Inggris, digitalisasi pembelajaran, serta keterampilan abad ke-21 di sekolah.
Program Future School merupakan program unggulan pemerintah Kabupaten Flores Timur sebagai inovasi untuk meningkatkan mutu pendidikan dan daya saing sumber daya manusia. Tujuan utama program ini adalah membangun sekolah unggulan yang mampu mengembangkan kompetensi masa depan peserta didik.
Kompetensi tersebut meliputi penguatan karakter, kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS), keterampilan abad ke-21 atau 4C (critical thinking, creativity, communication, collaboration), kompetensi digital, serta penguasaan bahasa.
Pelaksanaan program menyasar satuan pendidikan anak usia dini (PAUD), sekolah dasar (SD), dan sekolah menengah pertama (SMP), baik negeri maupun swasta.
Baca juga: Dukung Pengentasan Tengkes dan Kemiskinan, 923 Mahasiswa Unipa Maumere Siap KKN ke Wilayah Flores
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (PKO) Kabupaten Flores Timur, Felix Suban Hoda, saat ditemui di sela pelatihan kepemimpinan kepala sekolah di Hotel Gelekat Nara, Kamis (9/7/2026), mengatakan, untuk mendukung keberlanjutan program, pihaknya membangun kolaborasi dengan Unipa Maumere.
Kolaborasi tersebut mulai diwujudkan melalui penerjunan 32 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unipa ke 10 sekolah sasaran, terdiri atas enam sekolah dasar dan empat sekolah menengah pertama di Flores Timur.
Menurut dia, pemerintah daerah telah menyusun kurikulum dan modul pelatihan bagi guru maupun siswa di sekolah sasaran. Namun, keberhasilan program tersebut membutuhkan dukungan perguruan tinggi yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan. Atas dasar itu, Dinas PKO menggandeng Universitas Nusa Nipa sebagai mitra pelaksana.
"Kami membutuhkan dukungan perguruan tinggi yang memiliki program studi relevan. Universitas Nusa Nipa merespons dengan sangat baik dan langsung mengutus 32 mahasiswa ke 10 sekolah sasaran," ujarnya.
Mahasiswa yang diterjunkan berasal dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Informatika, Ilmu Komunikasi, Psikologi, dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).
Baca juga: Ketua IDI NTT Desak DPRD Kawal Pengusutan Kematian dr. Icha Pakaenoni hingga Tuntas
Felix menjelaskan, pendekatan pembelajaran bahasa Inggris dalam Future School lebih menekankan praktik berbahasa dibandingkan pembelajaran teori. Future School merupakan program unggulan Pemerintah Kabupaten Flores Timur untuk menyiapkan peserta didik menghadapi tantangan masa depan melalui pembelajaran yang lebih relevan dengan perkembangan global.
"Program ini mengedepankan pembelajaran bahasa asing di sekolah-sekolah dan juga digitalisasi. Tujuannya menciptakan pembelajaran yang relevan dengan masa depan sehingga siswa memiliki kemampuan berbahasa asing yang baik," kata Felix.
Pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas Nusa Nipa, Dr. Jonas K. Gobang, mengatakan, program tersebut sejalan dengan konsep kampus berdampak yang sedang dikembangkan perguruan tinggi.
Rektor yang karib dikenal Gery Gobang ini mengatakan, waktu pelaksanaan Future School bertepatan dengan agenda KKN mahasiswa sehingga menjadi momentum untuk menghubungkan proses pembelajaran di kampus dengan kebutuhan masyarakat.
"Sebanyak 32 mahasiswa bersama dosen pembimbing lapangan diterjunkan ke 10 sekolah sasaran untuk berkolaborasi dengan guru dan siswa dalam meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, pemanfaatan teknologi informasi, digitalisasi, dan kemampuan berkomunikasi," katanya.
Ia menilai kolaborasi tersebut memberikan pengalaman belajar yang nyata bagi mahasiswa sekaligus memperkuat kompetensi sebelum memasuki dunia kerja.
Gery Gobang berharap kerja sama antara Universitas Nusa Nipa dan Pemerintah Kabupaten Flores Timur tidak berhenti pada kegiatan KKN, tetapi berlanjut sebagai bagian dari pengembangan pendidikan di daerah.
"Program ini sangat relevan dengan program studi yang kami miliki sekaligus sejalan dengan visi Universitas Nusa Nipa untuk menghasilkan lulusan yang mampu berkiprah di tingkat nasional maupun internasional," ujarnya.
Sebelumnya pemerintah Kabupaten Flores Timur menetapkan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 30 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Program Future School sebagai landasan hukum pelaksanaan transformasi pendidikan di daerah.
Peraturan yang ditetapkan pada 18 September 2025 itu menjadi pedoman penyelenggaraan Program Future School untuk mewujudkan sekolah unggulan melalui pembelajaran bilingual, digitalisasi pendidikan, penguatan literasi dan numerasi, pembentukan budaya positif, sekolah ramah lingkungan, serta manajemen sekolah berbasis digital.