Pertandingan perempat final Piala Dunia FIFA 2026 antara Inggris dan Norwegia akan menampilkan penampilan paruh waktu bersejarah dari penyanyi-penulis lagu asal Inggris, Ellie Goulding. Ini akan menjadi pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia, FIFA menghadirkan pertunjukan musik paruh waktu bergaya Super Bowl dalam pertandingan resmi. Aksi pop Goulding pada laga hari Sabtu di Stadion Hard Rock, Miami, juga akan menjadi penampilan paruh waktu pertama dalam babak gugur turnamen yang diselenggarakan oleh FIFA.
Langkah bersejarah ini mencerminkan upaya FIFA yang lebih luas untuk mengadopsi gaya hiburan olahraga khas Amerika ke dalam turnamen, memperluas cakupan di luar format tradisional yang hanya berfokus pada sepak bola. Pertandingan perempat final itu sendiri menjadi salah satu laga paling dinantikan, dengan tim asuhan Thomas Tuchel, Inggris, menghadapi Norwegia yang sedang dalam performa terbaik di bawah kepemimpinan Erling Haaland untuk memperebutkan tiket ke semifinal.
Ellie Goulding konfirmasi penampilan paruh waktu kejutan
Goulding mengumumkan keterlibatannya melalui unggahan di Instagram pada hari Jumat, membagikan foto dirinya yang melompat kegirangan di atas tempat tidur sambil menyinggung salah satu lagu hit terbesarnya.
“Menampilkan pertunjukan di paruh waktu untuk Inggris vs Norwegia membuatku merasa seolah apa pun bisa terjadi…”
Keterangan tersebut merupakan permainan kata yang merujuk pada singelnya yang menduduki puncak tangga lagu tahun 2012, Anything Could Happen.
Ia juga menyampaikan keyakinannya terhadap tim Inggris menjelang laga perempat final.
“Aku sudah tahu para pemain akan membuat Inggris bangga, it's coming home.”
Pertunjukan ini dijadwalkan berlangsung pada jeda babak pertama pertandingan hari Sabtu, dengan kick-off pada pukul 17.00 waktu setempat di Miami (22.00 BST / 02.30 WIB pada hari Minggu). Tergantung pada tambahan waktu babak pertama, Goulding diperkirakan akan naik panggung antara pukul 17.45 hingga 18.15 waktu setempat (03.15 hingga 03.45 WIB pada hari Minggu).
Penyanyi asal Inggris ini dikenal melalui lagu-lagu hit seperti Love Me Like You Do, Anything Could Happen, dan Burn — karya yang menjadikannya salah satu artis pop tersukses di Inggris selama dekade terakhir.
FIFA adopsi konsep hiburan bergaya Super Bowl
Keputusan ini menjadi bagian dari langkah FIFA untuk mengadopsi gaya penyajian olahraga khas Amerika selama turnamen 2026, yang diselenggarakan bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Pertunjukan paruh waktu telah lama menjadi ciri khas NFL Super Bowl, di mana produksi megahnya telah berkembang menjadi acara budaya global tersendiri. Baru-baru ini, Super Bowl menampilkan Bad Bunny sebagai artis utama dengan tamu spesial Lady Gaga.
FIFA sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa final Piala Dunia di New York akan menampilkan pertunjukan paruh waktu berdurasi 11 menit bergaya Super Bowl, dengan Justin Bieber sebagai bintang utama bersama Madonna, grup K-pop BTS, konduktor asal Venezuela Gustavo Dudamel, dan Shakira yang akan membawakan lagu resmi turnamen berjudul Dai Dai.
Namun, penampilan Goulding di babak perempat final menandai perluasan besar dari rencana tersebut, menjadikan laga Inggris melawan Norwegia sebagai pertandingan babak gugur pertama selain final yang menghadirkan pertunjukan musik resmi di jeda babak pertama.
Perempat final dengan taruhan besar
Meski unsur hiburan menjadi sorotan, perhatian akan segera kembali ke lapangan begitu babak kedua dimulai.
Inggris memastikan tempat di delapan besar setelah menang dramatis 3-2 atas tuan rumah bersama, Meksiko, dalam laga di mana tim Thomas Tuchel harus bertahan lama dengan sepuluh pemain setelah Jarell Quansah diusir keluar lapangan, sebelum akhirnya memastikan kemenangan.
Sementara itu, Norwegia melanjutkan perjalanan luar biasa mereka di Piala Dunia dengan menyingkirkan juara lima kali, Brasil, melalui kemenangan mengejutkan 2-1. Erling Haaland mencetak kedua gol untuk membawa tim Skandinavia itu ke perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka.
Pemenang laga Sabtu akan melaju ke semifinal untuk menghadapi juara bertahan Argentina atau Swiss.
Album baru juga akan segera dirilis
Di luar dunia sepak bola, Goulding juga tengah bersiap meluncurkan album studio keenamnya yang berjudul I Know Too Much, yang dijadwalkan rilis pada 4 September.
Album ini menjadi kelanjutan dari rekamannya yang sukses pada 2023, Higher Than Heaven, yang menduduki posisi nomor satu di tangga lagu Inggris, memperkuat posisinya sebagai salah satu artis rekaman paling sukses di negara tersebut.
Namun, untuk satu malam, sorotan akan bergeser dari tangga lagu ke panggung Piala Dunia, ketika Goulding memberikan penampilan istimewa di salah satu malam perempat final terbesar turnamen sebelum Inggris dan Norwegia melanjutkan pertarungan mereka demi tempat di empat besar.