Jakarta (ANTARA) - Sejumlah berita terpilih hari Jumat (10/7) disajikan kembali untuk Anda, mulai dari sejumlah tokoh takziah ke rumah duka Rachmat Gobel hingga Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dilarikan ke rumah sakit.

Selengkapnya dapat dibaca di sini.

1.) Jokowi takziah ke rumah duka Rachmat Gobel

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) bertakziah ke rumah duka anggota DPR RI Rachmat Gobel di Jalan Supomo Nomor 55A, Jakarta Selatan, Jumat, dan menyampaikan belasungkawa mendalam.

"Pak Rachmat Gobel adalah pribadi yang baik, menteri yang bekerja keras, saya rasa itu," kata Jokowi singkat ditemui di Rumah Duka Rachmat Gobel di Jakarta, Jumat.

2.) Wamensos: Percepatan program Sekolah Rakyat harus tetap sesuai aturan

Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menegaskan percepatan pelaksanaan program Sekolah Rakyat untuk pengentasan kemiskinan harus tetap berjalan sesuai dengan aturan dan mekanisme penganggaran yang berlaku.

Dalam keterangan di Jakarta, Jumat, Wamensos Agus mengingatkan walaupun Presiden meminta penanganan cepat demi membuka akses pendidikan bagi anak-anak keluarga miskin, seluruh tahapan tata kelola program wajib dipertanggungjawabkan.

3.) Ketua Umum NasDem Surya Paloh takziah ke rumah Duka Rachmat Gobel

Ketua Umum (Ketum) Partai NasDem Surya Paloh bertakziah ke rumah duka anggota DPR RI sekaligus kader Partai NasDem Rachmat Gobel di Jalan Supomo Nomor 55A, Jakarta Selatan, Jumat, menyampaikan belasungkawa mendalam.

Surya Paloh mengatakan dirinya, keluarga, keluarga besar Partai NasDem, dan para sahabat almarhum merasakan duka mendalam atas wafatnya Rachmat Gobel yang berpulang secara mendadak pada Jumat.

4.) Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dilarikan ke rumah sakit

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dilarikan ke rumah sakit setelah mengeluhkan kondisi tidak sehat saat berada di Balai Kota Bandung pada Jumat sore.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung, Henryco Arie Sapiie mengatakan kondisi Farhan saat ini masih dalam penanganan tim dokter sehingga pihaknya belum dapat menyampaikan detail mengenai penyakit yang dideritanya.

5.) Menkes kejar deteksi kasus kusta sebanyak 37 ribu, percepat eliminasi

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah mengupayakan penemuan kasus kusta hingga 37 ribu kasus, agar dapat segera memberikan pengobatan sehingga mempercepat eliminasi secara nasional.

"Kita ingin penemuannya, kan sekarang 14 ribu, kita ingin segera dinaikkan ke 37 ribuan karena estimasinya itu 37 ribu. Kalau yang ketemu cuma 14 ribu, sisanya kan nggak ketemu itu masih menularkan," kata Menkes Budi di Jakarta, Jumat.