Perpisahan Haru Anggota DPR RI Rachmat Gobel, Salvo Terakhir untuk Putra Terbaik Gorontalo
Fitriadi July 11, 2026 10:36 AM

POSBELITUNG.CO, JAKARTA - Dentuman tembakan salvo memecah keheningan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2026).

Di tengah isak tangis keluarga, sahabat, dan para pelayat, negara memberikan penghormatan terakhir kepada Rachmat Gobel, pengusaha nasional sekaligus anggota DPR RI yang berpulang pada usia 63 tahun.

Rachmat Gobel meninggal dunia pada Jumat (10/72026) dini hari.

Melalui pengumuman resmi di akun Instagramnya, @Rachmatgobel_rg, pihak keluarga menyatakan bahwa almarhum mengembuskan napas terakhirnya pada pukul 03.20 WIB di Rumah Sakit Brawijaya Tebet, Jakarta Selatan.

"Dengan penuh keikhlasan dan rasa duka yang mendalam, kami, Keluarga Besar Bpk. Rachmat Gobel, menyampaikan kabar bahwa Bpk. Rachmat Gobel telah berpulang ke rahmatullah," tulis pihak keluarga dalam pernyataan tertulisnya dikutip Tribunsumsel.com.

Sang sahabat, Ahmad Sahroni menyebut jika Rachmad Gobel meninggal karena serangan jantung.

"Almarhum meninggal dunia karena serangan jantung," ucapnya dalam keterangan, Jumat (10/7/2026). 

Sebelum prosesi militer dimulai, masyarakat lebih dulu menyaksikan penghormatan yang sarat makna dari tanah kelahirannya.

Jenazah tokoh asal Gorontalo itu diusung menggunakan tandu adat Huhulihe lo Milate, tradisi sakral masyarakat Gorontalo yang menjadi bagian dari rangkaian pemakaman Islam setempat.

Keranda yang dihiasi kelambu putih dan kain bertuliskan kaligrafi bergerak perlahan menuju liang lahad.

Tabuhan genderang TNI mengiringi langkah para pengusung, menghadirkan perpaduan yang khidmat antara adat, agama, dan penghormatan negara.

Sejumlah tokoh nasional turut hadir memberikan penghormatan terakhir.

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla datang bersama istrinya mengenakan batik dan peci hitam.

Hadir pula mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie, Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Lodewijk F. Paulus, serta jajaran pimpinan Partai NasDem, di antaranya Lestari Moerdijat, Prananda Paloh, dan Saan Mustopa.

Kehadiran para tokoh tersebut menjadi bukti besarnya penghormatan terhadap sosok Rachmat Gobel yang dikenal luas di dunia usaha maupun politik.

Setelah prosesi adat selesai, pemakaman dilanjutkan secara militer oleh Komando Garnisun Tetap (Kogartap) I/Jakarta.

Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa bertindak sebagai inspektur upacara dan membacakan Apel Persada sebagai bentuk penghormatan terakhir atas jasa almarhum.

"Atas nama negara, bangsa, dan Tentara Nasional Indonesia, kami mempersembahkan kepada persada Ibu Pertiwi jiwa, raga, dan jasa-jasa almarhum Haji Rachmat Gobel," demikian penggalan naskah penghormatan yang dibacakan Saan.

Ia juga mendoakan agar pengabdian almarhum menjadi teladan bagi generasi penerus bangsa.

Suasana haru semakin terasa ketika rentetan tembakan salvo dilepaskan ke udara.

Penghormatan militer itu menandai berakhirnya perjalanan seorang tokoh yang selama puluhan tahun dikenal sebagai pelaku industri, negarawan, sekaligus putra daerah yang aktif membangun Gorontalo.

Sebelum dimakamkan, jenazah Rachmat Gobel lebih dulu diserahkan secara resmi oleh keluarga kepada negara dalam upacara persemayaman.

Prosesi berlangsung khidmat dengan Anggota Komisi XI DPR RI Charles Meikyansah bertindak sebagai inspektur upacara.

Mewakili keluarga, putra almarhum, Mohammad Arif Gobel, menyerahkan jenazah kepada pemerintah untuk dimakamkan secara militer di TMP Kalibata.

"Dengan ini saya atas nama keluarga menyerahkan jenazah almarhum Rachmat Gobel kepada pemerintah untuk dimakamkan di TMPNU Kalibata dengan upacara militer," ujar Arif.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih kepada para pejabat negara, sahabat, kolega, dan masyarakat yang hadir mengantarkan kepergian ayahnya.

"Kehadiran bapak dan ibu pada hari ini menjadi penghiburan yang sangat berarti bagi kami. Kami menyaksikan begitu besar kasih sayang, penghormatan, dan doa yang mengalir untuk almarhum," katanya.

Gelar Adat

Di kampung halamannya, Gorontalo, penghormatan juga diberikan melalui sidang adat Modilito Garai.

Forum yang dihadiri perwakilan lima negeri adat itu menganugerahkan gelar anumerta Ta Lo'o Malahe Lipu, yang bermakna "Putra Indonesia Terbaik dari Gorontalo".

Tokoh adat Suwawa, Achril Y. Babyonggo, menjelaskan bahwa gelar tersebut diberikan sebagai penghormatan atas dedikasi Rachmat Gobel yang dinilai mengorbankan tenaga, harta, dan pengabdiannya demi kemajuan negeri serta kesejahteraan masyarakat.

Sidang adat dipimpin Marten Taha yang bergelar Tauwa lo Data.

Para pemangku adat mengenakan busana putih dan mengikuti prosesi mulai dari pembacaan riwayat hidup, penetapan gelar, hingga doa bersama.

Semasa hidup, Rachmat Gobel juga telah menerima gelar adat Ti Bulilango Hunggia atau "Pemberi Cahaya Negeri", sebagai bentuk penghargaan atas kontribusinya dalam pengembangan pendidikan, kebudayaan, dan sumber daya manusia di Gorontalo.

Rachmat Gobel wafat pada Jumat (10/7/2026) pukul 03.20 WIB di RS Brawijaya, Tebet, Jakarta Selatan.

Profil Rachmat Gobel

Rachmat Gobel meninggalkan istri, Retno Damayanti, serta dua anak, Nurfitria Sekarwillis Kusumawardhani dan Mohammad Arif Gobel.

Rachmat Gobel lahir di Gorontalo, 3 September 1962. 

Dia dikenal sebagai pengusaha sekaligus politisi sukses. 

Di bidang politik Rachmat telah mencapai dua puncak posisi politik. 

Pertama di eksekutif ketika Presiden Jokowi mempercayainya sebagai Menteri Perdagangan, dan menjadi Wakil Ketua DPR RI dari Partai NasDem.

Kemudian, ia ditunjuk sebagai Utusan Khusus Presiden untuk Jepang pada 2017–2019.

Pada Pemilu 2019 dia memperoleh kepercayaan yang tinggi dari masyarakat Gorontalo dengan meraih suara sebanyak 146.067 dari total 721.032 suara di Provinsi Gorontalo. 

Perolehan suara sebesar itu mengantarnya menjadi anggota Fraksi Partai NasDem DPR RI periode 2019-2024.

Lahir dari keluarga pebisnis, anak kelima dari pasangan Drs H Thayeb Mohammad Gobel (alm) dan Annie Nento Gobel (almh) ini sejak muda sudah tampak jiwa kepemimpinan dan kewibawaannya. 

Sejak kecil dia dididik menjadi pewaris dan pemimpin perusahaan Kelompok Usaha Rachmat Gobel yang didirikan dan dipimpin orangtuanya. 

Tumbuh di lingkungan keluarga pengusaha besar pemilik Kelompok Usaha, Rachmat tidak lantas membuat masa mudanya serba instan atau dimanjakan dengan fasilitas mewah.

Meski berasal dari keluarga pengusaha, Rachmat tidak langsung menduduki jabatan tinggi.

Sejak masih duduk di bangku SMP, ia sudah diperkenalkan dengan dunia kerja dengan menjadi tukang sapu di pabrik milik keluarganya.

Proses ini sengaja dilakukan agar ia memahami nilai dari sebuah kerja keras sebelum akhirnya dipersiapkan menjadi pewaris takhta perusahaan.

Kemampuan akademisinya teruji ketika dalam usia 24 tahun, Rachmat sudah meraih gelar sarjana jurusan Perdagangan Internasional di Chuo University, Tokyo, Jepang. 

Setelah lulus, dia praktik kerja di Matsushita Group, dekat Kota Osaka, Jepang. 

Barulah pada tahun 1989, di usia 27 tahun, Rachmat kembali ke Jakarta dengan bekal pengalaman matang.

Jejak Karier Rachmat Gobel 

Ia memulai karier profesionalnya di perusahaan keluarga sebagai Asisten Presiden Direktur di PT National Gobel, yang kini bertransformasi menjadi PT Panasonic Manufacturing Indonesia.

Pendidikan keras dari keluarga membentuk karakter kuat dan perhatian terhadap tenaga kerja khususnya pembangunan sumber daya manusia (SDM). 

Menurut Rachmat salah satu rahasia sukses bisnisnya adalah membangun kualitas SDM, bukan produk. 

Dia yakin, kualitas produk akan meningkat seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

"Kita harus memanusiakan manusia," ujarnya ketika ditanya filosofi arah pembangunan SDM-nya.

Membawa Pencak Silat ke Panggung Dunia

Filosofi itulah yang mendorongnya untuk turun langsung membuat gebrakan di masyarakat. Salah satunya di bidang olahraga. 

Rachmat yakin olahraga penting dalam pembangunan manusia. 

Dia pun sukses sebagai Ketua Harian Pencak Silat dan mempromosikan olahraga itu sampai ke Eropa dan Afrika hingga diakui menjadi cabang olahraga yang mendunia.

Kesukaannya pada olahraga membawanya menjadi Ketua Harian Panitia Penyelenggara SEA Games XI Indonesia (INASOC=Indonesia SEA Games XI Organizing Committe).

Di Gorontalo, Rachmat Gobel dicintai sekaligus dihormati. 

Atas prestasinya di banyak bidang, masyarakat Gorontalo memberinya gelar "Ti Bulilango Hunggia" yang berarti "Pemberi Cahaya Negeri".

Rachmad Gobel dianggap sebagai pewujud harapan masyarakat Gorontalo.

(Tribunnews.com/Tribunsumsel.com/Tribunnewsmaker.com/Kompas.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.