Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan - Gunung Anak Krakatau (GAK) yang berada di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, kembali mengalami lima kali erupsi pada Jumat (10/7/2026).
Baca Juga: GAK Erupsi Lima Kali dalam Sehari, Kolom Abu Capai 250 Meter
Dalam periode 2-11 Juli 2026 Gunung Anak Krakatau (GAK) setidaknya sudah 17 kali erupsi.
Diantaranya, (2/7/2026), (3/7/2026), (4/7/2026) dan (7/7/2026) masing-masing 1 kali erupsi.
Sedangkan pada (8/7/2026) yang terbanyak, yakni 7 kali erupsi.
Lalu, pada (9/7/2026) 2 kali erupsi.
Kemarin (10/7/2026) 5 kali erupsi.
Status Gunung Anak Krakatau (GAK) level III siaga.
Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau, Suwarno mengatakan kemarin Gunung Anak Krakatau 5 kali erupsi.
Lebih lanjut ia menjelaskan, erupsi GAK yang pertama terjadi pada pukul 16.42 WIB dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 250 meter di atas puncak atau sekitar 407 meter di atas permukaan laut (mdpl).
"Kolom abu teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal mengarah ke utara, timur laut, dan barat laut. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 55,2 milimeter dan durasi 33 detik," kata Suwarno menjelaskan laporan yang disusun petugas Pos Pantau, Rioboniek Situmorang, Sabtu (11/7/2026).
Selang 15 menit kemudian, tepatnya pukul 16.57 WIB, Anak Krakatau kembali mengalami erupsi.
Kali ini tinggi kolom abu teramati sekitar 200 meter di atas puncak atau 357 mdpl.
Kolom abu masih berwarna hitam dengan intensitas tebal ke arah utara, timur laut, dan barat laut.
Erupsi tersebut memiliki amplitudo maksimum 44,3 milimeter dengan durasi 40 detik.
Aktivitas vulkanik kembali berlanjut pada pukul 17.49 WIB.
Tinggi kolom abu saat itu mencapai sekitar 100 meter di atas puncak atau 257 mdpl.
Abu berwarna hitam dengan intensitas tebal mengarah ke utara, timur laut, dan barat laut.
Erupsi terekam dengan amplitudo maksimum 43 milimeter dan berlangsung selama 41 detik.
Hanya berselang dua menit, tepatnya pukul 17.51 WIB, Anak Krakatau kembali meletus.
Tinggi kolom abu mencapai sekitar 200 meter di atas puncak atau 357 mdpl.
Arah sebaran abu masih menuju utara, timur laut, dan barat laut.
Erupsi tersebut memiliki amplitudo maksimum 53 milimeter dengan durasi 49 detik.
Erupsi terakhir pada hari itu terjadi pukul 21.40 WIB.
Kolom abu teramati setinggi sekitar 150 meter di atas puncak atau 307 mdpl dengan warna kelabu hingga hitam dan intensitas sedang hingga tebal.
Sebaran abu mengarah ke utara dan barat laut.
Aktivitas tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 49 milimeter dan durasi 27 detik.
Hingga laporan tersebut diterbitkan, aktivitas Gunung Anak Krakatau masih terus dipantau secara intensif oleh petugas Pos Pantau Gunung Anak Krakatau.
Masyarakat diimbau tetap mengikuti informasi resmi dari otoritas terkait dan tidak mendekati kawasan gunung sesuai rekomendasi yang berlaku.
Data erupsi Gunung Anak Krakatau dalam 10 hari yakni selama periode 2-11 Juli 2026
1. Kamis (2/7/2026) erupsi yang pertama pukul 14.05 WIB.
Dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 200 m di atas puncak kurang lebih 357 m di atas permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah barat laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 20 detik.
2. Jumat (3/7/2026) erupsi yang kedua pukul 14.05 WIB.
Dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 200 m di atas puncak kurang lebih 357 m di atas permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga coklat dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah barat dan barat laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 65 mm dan durasi 32 detik.
3. Sabtu (4/7/2026) erupsi yang ketiga pukul 20.52 WIB.
Visual letusan tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi 25 detik.
4. Selasa (7/7/2026) erupsi yang keempat pukul 08.21 WIB.
Dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 100 m di atas puncak kurang lebih 257 m di atas permukaan laut Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 11 mm dan durasi 15 detik.
5. Rabu (8/7/2026) terjadi 7 kali erupsi.
Erupsi yang pertama pukul 00.11 WIB.
Visual letusan tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 24 mm dan durasi 40 detik.
Erupsi yang kedua pukul 05.50 WIB.
Dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 250 m di atas puncak kurang lebih 407 m di atas permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna kelabu, coklat hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah utara dan barat laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 26.1 mm dan durasi 44 detik.
Erupsi yang ketiga pukul 07.11 WIB.
Dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 250 m di atas puncak kurang lebih 407 m di atas permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah barat laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 44.4 mm dan durasi 31 detik.
Erupsi yang keempat pukul 08.42 WIB.
dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 100 m di atas puncak kurang lebih 257 m di atas permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal ke arah barat laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 35 mm dan durasi 40 detik.
Erupsi yang kelima pukul 09.35 WIB.
Dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 200 m di atas puncak kurang lebih 357 m di atas permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 49 mm dan durasi 27 detik.
Erupsi yang keenam pukul 09.54 WIB.
Dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 100 m di atas puncak kurang lebih 257 m di atas permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 45 mm dan durasi 13 detik.
Erupsi yang ketujuh pukul 11:47 WIB.
Dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 200 m di atas puncak kurang lebih 357 m di atas permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah barat laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 50 mm dan durasi 42 detik.
6. Kamis (9/7/2026) pukul 16.46 WIB.
Dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 400 m di atas puncak kurang lebih 557 m di atas permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara dan barat laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 53 mm dan durasi 34 detik.
7. Jumat (10/7/2026) terjadi 4 kali erupsi
Erupsi yang pertama pukul 16.42 WIB.
Dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 250 meter di atas puncak atau sekitar 407 meter di atas permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal mengarah ke utara, timur laut, dan barat laut. Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 55,2 milimeter dan berlangsung selama 33 detik.
Erupsi yang kedua pukul 16.57 WIB.
Dengan tinggi kolom abu teramati mencapai sekitar 200 meter di atas puncak atau sekitar 357 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna hitam dengan intensitas tebal juga bergerak ke arah utara, timur laut, dan barat laut. Berdasarkan hasil pemantauan Pos Pantau Gunung Anak Krakatau, erupsi kedua terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 44,3 milimeter dan durasi 40 detik.
Erupsi yang ketiga pukul 17.49 WIB
Dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 100 m di atas puncak kurang lebih 257 m di atas permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal ke arah utara, timur laut dan barat laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 43 mm dan durasi 41 detik.
Erupsi yang keempat pukul 17.51 WIB.
Dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 200 m di atas puncak kurang lebih 357 m di atas permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal ke arah utara, timur laut dan barat laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 53 mm dan durasi 49 detik.
Erupsi yang kelima pukul 21.40 WIB.
Dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 150 m di atas puncak kurang lebih 307 m di atas permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah utara dan barat laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 49 mm dan durasi 27 detik.
( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )