TRIBUNMATARAMAN.COM, TRENGGALEK - Sebuah insiden kebakaran kembali terjadi di Trenggalek. Kali ini dapur milik warga di Dusun Bakalan, Desa Panggul, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek pada Sabtu (11/7/2026) pagi hangus terbakar.
Dapur milik Komsatun (58) terbakar diduga akibat sisa bara api pada tungku pembakaran sekam, pasca memasak yang belum padam sepenuhnya.
Sehingga timbul api yang merembet dan menghanguskan seluruh area dapur.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, membenarkan terjadinya peristiwa kebakaran yang menimpa rumah milik Komsatun.
Baca juga: Rumah di Tanjunganom Nganjuk Ludes Terbakar, Diduga Akibat Puntung Rokok
"Kebakaran terjadi pada Sabtu dini hari. Dugaan sementara dipicu oleh sisa pembakaran pada tungku masak tradisional yang belum mati secara sempurna," ujar Triadi saat dikonfirmasi, Sabtu (11/7/2026).
Berdasarkan laporan kronologi dari petugas di lapangan, kejadian bermula pada Jumat (10/7/2026) sekitar pukul 17.00 WIB ketika korban, Komsatun, menggunakan tungku berbahan bakar sekam untuk memasak air.
Namun, sisa bara api diduga tidak padam secara total dan perlahan menyulut tumpukan sampah atau material kering yang berada di sekitar area dapur.
Menurut Triadi, kebakaran baru disadari pada Sabtu (11/7/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.
Saat bangun tidur, Komsatun terkejut melihat kobaran api sudah membesar dan melahap bangunan dapurnya.
Dalam kondisi panik, korban langsung berteriak meminta pertolongan kepada salah seorang warga sekitar bernama Yusuf (28).
"Warga yang mendengar teriakan korban segera datang dan berupaya melakukan penanganan awal sembari menghubungi layanan Pemadam Kebakaran (Damkar) setempat," ulasnya.
Mendapat laporan tersebut, tim gabungan yang terdiri dari personel TNI (Serma Suhardjo dari TRC-PB BPBD Kecamatan Panggul) langsung bergerak.
Termasuk petugas Pos Unit PB-BPBD Wilayah Kecamatan Panggul Adi Mujiprastyo, petugas Damkar Wilayah Panggul dipimpin Bondan bersama empat anggotanya, serta Pramuka Peduli Kwarran Panggul langsung meluncur ke lokasi kejadian (TKP) dibantu oleh masyarakat sekitar.
Triadi menambahkan berkat kesigapan petugas gabungan dan partisipasi aktif warga setempat, amukan si jago merah berhasil dikendalikan dengan cepat.
Sehingga tidak merembet ke bangunan utama rumah maupun permukiman warga lainnya.
"Api berhasil dipadamkan secara total pada pukul 05.27 WIB oleh tim gabungan TNI, Damkar, BPBD, relawan, serta bantuan gotong royong warga sekitar," jelasnya.
Triadi juga bersyukur karena insiden kebakaran ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.
"Kerugian personel atau korban jiwa dipastikan nihil," imbuhnya.
Baca juga: Bakar Sampah di Kandang, Dapur dan 4 Ekor Kambing Warga Bangunjaya Tulungagung Terbakar
Kendati demikian, bangunan dapur berukuran semipermanen milik korban mengalami kerusakan parah akibat lahapan api.
Sesuai hasil asesmen cepat di lapangan, kerugian materiil yang diderita korban ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
"Untuk kerugian materiil akibat rusaknya bangunan dapur ini diperkirakan mencapai Rp 40 juta," paparnya.
Pihak BPBD Trenggalek pun mengimbau kepada masyarakat, khususnya yang masih menggunakan tungku tradisional berbahan bakar sekam atau kayu, agar senantiasa memastikan api benar-benar telah padam sepenuhnya.
"Itu dilakukan sebelum ditinggal tidur atau beraktivitas di luar rumah demi mencegah kejadian serupa terulang kembali," tutupnya.
(Madchan Jazuli/TribunMataraman.com)