Bahasa Malam Crew & Friends Gelar Reuni dan Konser Mini "20 Tahun Merindu" di Kota Palu
Regina Goldie July 11, 2026 02:29 PM

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Supriyanto Ucok

TRIBUNPALU.COM, PALU - Komunitas musik dan persahabatan Bahasa Malam Crew & Friends akan menggelar konser mini bertajuk "20 Tahun Merindu" di 168 House, Jl Setiabudi, Kelurahan Besusu Timur, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, pada Jumat, (10/7/2026)

Sebuah perayaan dua dekade perjalanan album Bahasa Malam karya musisi Palu, Iwan Ambo yang berlangsung mulai pukul 20.00 hingga 23.35 Wita. 

Kenangan 2 Dekade itu menjadi momentum ajang reuni para sahabat, musisi, dan orang-orang yang pernah terlibat dalam perjalanan panjang Bahasa Malam sejak album tersebut lahir pada tahun 2006.
Memasuki pukul 20.30 Wita, panitia menghadirkan sesi Telling Story "20 Tahun Merindu".

Pada sesi ini, para penggagas Bahasa Malam akan menceritakan perjalanan album yang dirilis dua dekade lalu, sosok-sosok yang berada di balik terbentuknya Bahasa Malam Crew & Friends, hingga filosofi yang melatarbelakangi tema "20 Tahun Merindu".

Album Bahasa Malam lahir dari kehidupan sederhana Iwan Ambo And Friends pada tahun 20 tahun silam.

Seluruh karya berangkat dari cerita pahit, manis, suka, dan duka para sahabat pada waktu itu.

Baca juga: Bupati Morowali Hadiri Penyambutan Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Kendari

Bahasa Malam Crew & Friends digambarkan sebagai rumah bagi siapa saja yang pernah duduk bersama, tertawa bersama, bermimpi bersama, dan saling menguatkan dalam perjalanan hidup.

Konser kemudian berlanjut dengan penampilan utama Iwan Ambo yang menuangkan kenangan lewat karyanya yang dirindukan oleh para sahabat Bahasa Malam Crew & Friends.

Dengan karyanya, konser itu dibagi menjadi tiga sesi untuk tiap kenangan yang telah dilalui.

Sesi pertama, Iwan Ambo membawakan lagu Maaf Mendua, Jalan Sendiri, dan Sesal.

Sesi kedua menghadirkan kolaborasi bersama sejumlah musisi tamu melalui lagu Hakikat Manusia, Cerita Hujan, dan Permata Yang Hilang. 

Sementara Adapun sesi ketiga akan menampilkan lagu 1.15, Bahasa Malam, serta Tak Terjamah Akal.

Baca juga: Reny Lamadjido Ajak Mahasiswa Hasilkan Riset dan Inovasi untuk Indonesia Timur

Siapa Sosok Iwan Ambo?

Pencipta dan penulis karya album Bahasa Malam, Iwan Ambo merupakan pria kelahiran Palu 21 Maret 1978.

Lahir dari rahim Suku Bugis, Iwan Ambo mengakui dirinya tetap berdarah Palu karena lahir, tumbuh, dan besar di lingkungan Kelurahan Talise atau Karampe.

Menempuh pendidikan dari SD sampai Perguruan Tinggi di Kota Palu, Iwan mulai menciptakan karya saat di bangku SMP.

"Mulai bermusik itu sebenarnya dari SMP, langsung naik panggung dan mendapat juara tiga," ujarnya kepada TribunPalu.com.

Sejak itu, tiap karya dibuat bersama gitarnya.

Iwan Ambo masuk perguruan tinggi Untad, Fakultas Teknik Sipil angkatan 1997.

Baca juga: 519 Mahasiswa FKM Untad Terima Beasiswa Berani Cerdas, Dekan: Dukungan Pemprov Membantu Pendidikan

Dari sanalah karya itu mulai dibuat, yang diakui mendapat dukungan dari teman serta banyak karya yang berangkat dari kisah tiap sahabat seperjuangan saat berstambuk.

Bukan hanya di kampus, persahabatan itu juga berlanjut hingga ke rumah Iwan Ambo di Kelurahan Besusu Tengah atau dikenal Karampe.

Lewat persahabatan, cerita, kenangan, suka duka, Iwan Ambo menulis 30 karya, namun yang dikemas menjadi album Bahasa Malam masih berkisar 20 karya.

Lagu pertama dan berkesan untuk Iwan Ambo

Terinspirasi dari Iwan Fals, Iwan Ambo pertama kali menciptakan lagu yang berisikan kritik terhadap para koruptor.

Dan yang paling berkesan, lagu berjudul Permata Yang Hilang dan lagu berjudul 1.15.

"Kalau permata yang hilang untuk almarhum mama, dan 1.15 untuk almarhum sahabat kami dua orang yang telah mendahului," ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Bahasa Malam Crew & Friends ingin menyampaikan bahwa "20 Tahun Merindu" bukan hanya konser musik, melainkan perayaan persahabatan, karya, cinta, dan kenangan yang tetap hidup meski waktu terus berjalan.

"Sahabat mungkin terpisah oleh jarak dan waktu, namun cerita yang pernah dibangun bersama akan selalu menjadi bagian dari perjalanan hidup setiap orang yang pernah berada dalam lingkaran Bahasa Malam," tutup Iwan Ambo. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.