Ingin Diet Turunkan Berat Badan Tanpa Olahraga? Dokter Gizi Ingatkan Risikonya
GH News July 11, 2026 04:09 PM
Jakarta -

Punya berat badan ideal tentu merupakan impian banyak orang. Namun, menurunkan atau menjaga berat ideal bisa menjadi tantangan tersendiri.

Akhirnya banyak orang mencoba berbagai metode, misalnya dengan membatasi asupan makanan, tapi tidak berolahraga. Cara ini biasanya dilakukan oleh orang-orang yang memang kesulitan untuk mencari waktu atau memang sekedar enggan berolahraga.

Namun, sebenarnya apakah cara ini bisa menurunkan berat badan? Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK pada kondisi ini, berat badan bisa saja turun. Namun, yang dikhawatirkan adalah tanpa olahraga, massa otot juga bisa ikut turun.

"Jadi kalau misalnya mau kurus tapi nggak olahraga, berat badannya (bisa) turun, tapi yang kita khawatirkan ototnya ikutan turun. Kalau misalnya ototnya turun juga, itu biasanya jadi keliatan kayak keriput," ujar dr Yaze dalam live TikTok bersama detikHealth, Kamis (9/7/2026).

Ketika diet penurunan berat badan, usahakan massa otot berada dalam taraf yang stabil. Sehingga, penurunan berat badan terjadi pada lemak tubuh, bukan otot.

Penurunan massa otot dapat memicu berbagai masalah kesehatan. Beberapa di antaranya seperti mengganggu kualitas tidur hingga menurunkan sistem imunitas tubuh.

"Kalau bisa dengan olahraga, ototnya bertambah. Jangan sampai si lemak turun, ototnya juga turun. Karena itu bisa menyebabkan penurunan dari imunitas tubuh," ujar dr Yaze.

"Bisa mengganggu misalnya kualitas tidur, bisa mengganggu juga kalau perempuan itu hormon kewanitaannya. Jadi otot itu penting, jadi yang harus diturunkan itu lemaknya," sambungnya.

Diet penurunan berat badan tanpa olahraga menurut dr Yaze juga dapat memicu fase stuck. Kondisi ini membuat tak jarang seseorang yang tengah menurunkan berat badan merasa putus asa. Oleh karena itu, proses diet juga harus dimaksimalkan dengan olahraga.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.