Camar Tabir Barat Tahu Razia Tambang Emas Ilegal di Merangin Gagal dari Medsos
Suci Rahayu PK July 11, 2026 04:11 PM

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Ini kata Camat Tabir Barat terkait gagalnya Tim Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri saat akan razia tambang emas ilegal di wilayah Kabupaten Merangin, Jambi.

Sebelumnya, Tim Bareskrim Polri turun ke Jambi, tepatnya ke Kabupaten Merangin untuk melakukan razia penambangan emas tanpa izin (PETI) pada Kamis (9/7/2026).

Namun pada saat akan ke lokasi penambangan yang berada di Desa Tanjung Putus, Tabir Barat, Kabupaten Merangin, petugas dihadang oleh sejumlah orang. 

Terkait hal ini, Camat Tabir Barat, Abdul Rahman mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui kejadian peristiwa tersebut.

"Ya, kebetulan saat kejadian peristiwa itu, saya sedang tidak ada di tempat wilayah kerja, saya lagi ada tugas dinas ke Padang, saya tidak mengetahui secara detail kejadian tersebut," kata Abdul Rahman kepada Tribun Jambi lewat sambungan telepon.

"Saya baru mengetahui dari video viral yang beredar ditengah masyarakat, untuk dari instansi mana yang datang ke lokasi, saya juga tidak mengetahui, dan untuk lokasi berdasarkan video viral itu memang di daerah Tabir persisnya saya juga tidak mengetahui secara pasti" jelas Abdul Rahman.

Abdul Rahman menghimbau kepada warganya untuk selalu berhati hati dalam beraktivitas.

Baca juga: 2 WNA China Selundupkan Narkoba Asal Malaysia Lewat Bungkus Kopi, Ditangkap di Soetta

Baca juga: Siapa Pengganti Jampidsus Febrie Usai Mundur? Komjak: Kajati Tipe A Siap Naik Kelas

Pihaknya selaku Pemerintah Kecamatan Tabir Barat juga sudah mensosialisasikan secara aktif dan masif terkait surat edaran Bupati Merangin terkait larangan aktivitas PETI di wilayah Kabupaten Merangin terutama di wilayah kerjanya.

Sementara itu, dari pihak Polres Merangin saat dikonfirmasi oleh Tribunjambi.com belum bisa memberikan tanggapan terkait kejadian peristiwa tersebut.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Erlan Munaji mengatakan bahwa sebelum turun, Tim dari Bareskrim Polri telah telah berkoordinasi dengan kepolisian setempat.

Namun, terjadi perlawanan dari sejumlah orang yang diduga adalah warga setempat.

"Terkait dengan adanya informasi kegiatan penindakan PETI oleh tim gabungan dari Bareskrim dan jajaran Polres Merangin, bahwa sebelum melakukan penindakan tim Bareskrim telah melakukan koordinasi untuk perbantuan personel dalam melakukan penindakan, namun setelah di lapangan melihat situasi bahwa jumlah masyarakat yang cukup banyak, dan  melakukan perlawanan," jelas Erlan pada Sabtu (11/7/2026).

Akibat peristiwa tersebut, Erlan mengatakan bahwa tim gabungan memilih mundur dan akan melakukan konsolidasi terlebih dahulu.

"Sehingga tim gabungan kembali untuk melakukan konsolidasi," sebutnya.

Sebelumnya beredar video berdurasi sekitar 1 menit 54 detik yang memperlihatkan aksi saling dorong antara petugas dan warga.

"Keluar, keluar, keluar," seru warga lada video tersebut.

Dalam video tersebut, terlihat polisi dengan rompi dilengkapi senjata laras panjang tengah bernegosiasi dengan beberapa warga.

Baca juga: Jalan Rigid Beton 1,96 Km di Simpang 4 Blok D Geragai , Bukti Kontribusi SKK Migas–PetroChina

Terlihat bahwa warga melakukan aksi penolakan dan mengusir petugas.

Sementara itu, suasana di lokasi tersebut terlihat ramai. Tidak hanya warga laki-laki, emak-emak hingga anak-anak juga terlihat berada di sana.

Kawasan dalam video tersebut diduga merupakan area PETI. Sejumlah alat berat juga terlihat berada di lokasi.

Hingg saat ini, pihak kepolisian belum memebrikan update perkembangan lebih lanjut terkait dengan razia PETI yang rencananya akan dilaksanakan di lokasi tersebut. (Tribunjambi.com / Frengky Widarta)

 

Simak informasi lainnya di media sosial Facebook, Instagram, Thread dan X Tribun Jambi

Baca juga: Siapa Pengganti Jampidsus Febrie Usai Mundur? Komjak: Kajati Tipe A Siap Naik Kelas

Baca juga: Kubu Roy Suryo Ungkap Dalang Asli Ijazah Digital Jokowi, Sebut Nama Kader PSI

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.