Sumur Mulai Mengering, BPBD Lumajang Kerahkan 3 Truk Tangki Atasi Krisis Air Bersih di Ranuyoso
Dwi Prastika July 11, 2026 06:22 PM

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Imam Nawawi

TRIBUNMADURA.COM, LUMAJANG - Krisis air bersih mulai melanda warga Desa Jenggrong, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, saat musim kemarau baru memasuki tahap awal.

Sebanyak 124 kepala keluarga (KK) atau ratusan jiwa terdampak, setelah sumber air di sejumlah sumur warga mulai mengering.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang mulai mendistribusikan bantuan air bersih, Sabtu (11/7/2026).

Tiga armada truk tangki dikerahkan untuk melayani 15 titik distribusi di sejumlah dusun, sebagai upaya memenuhi kebutuhan air warga yang terdampak kekeringan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengatakan, hal ini berdasarkan Keputusan Bupati Nomor 100.3.3.2/282/KEP/427.12/2026 tentang penetapan status tanggap darurat bencana Kekeringan/krisis air bersih serta kebakaran hutan dan lahan.

"BPBD mengerahkan tiga armada truk tangki untuk melayani 15 titik distribusi yang tersebar di Dusun Tanah Gatal, Gemuling, Lumpang, Krajan, dan Baka Utara," ujarnya.

Isnugroho mengungkapkan, total ada 424 jiwa yang butuh air bersih di musim kemarau ini.

"Hari pertama, bantuan air bersih menjangkau sedikitnya 124 kepala keluarga atau 425 jiwa yang mulai terdampak berkurangnya ketersediaan air selama musim kemarau," imbuhnya.

Baca juga: Pemkab Sumenep Tetapkan Status Siaga Kekeringan, 76 Desa di 19 Kecamatan Masuk Wilayah Rawan

Menurutnya, jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah.

Karena hasil mitigasi yang telah dilakukan, kemungkinan krisis air bersih akan terjadi di enam kecamatan dengan 19 desa di Kabupaten Lumajang.

"Karena itu, distribusi air bersih akan dilakukan secara bertahap dan bergilir sesuai hasil pemantauan kondisi di lapangan serta kebutuhan masyarakat," ucap Isnugroho.

Memetakan Penanganan Bencana

Di sisi lain, BPBD Lumajang juga akan berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk memantau kondisi sumber air warga, guna memetakan penanganan bencana kekeringan.

"Informasi masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menentukan lokasi prioritas penyaluran. Sehingga bantuan dapat diberikan secara cepat, tepat sasaran dan sesuai tingkat kebutuhan," ucap Isnugroho.

Baca juga: Bupati Fauzi Pastikan Pemkab Sumenep Siaga Hadapi Kemarau, Warga Diminta Tak Panik Alami Kekeringan

Selain itu, Isnugroho mengimbau masyarakat lebih bijak dalam mengunakan air berisih selama musim kemarau ini.

Sebab hal itu dapat mengurangi risiko yang tidak perlu.

"Bila mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih atau sumber air di lingkungan sekitar mulai mengering, segera melapor kepada pemerintah desa atau menghubungi Layanan Darurat BPBD Kabupaten Lumajang melalui WhatsApp 0812-3457-0077," tuturnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.