Blok Sakura Perum Helena Matungkas Minut Masih Padam Total, Imbas Rumah Ditimpa Pohon Kelapa
Chintya Rantung July 11, 2026 06:22 PM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Warga Perumahan Helena Matungkas, tepatnya di Jaga 9 Desa Matungkas, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara, terpaksa harus beraktivitas dalam keterbatasan pasokan energi.

Pasalnya, sejak Jumat (10/7/2026) siang hingga Sabtu (11/7/2026) sore, aliran listrik di wilayah perumahan tersebut tak kunjung menyala.

Pemadaman panjang ini merupakan imbas dari peristiwa tumbangnya sebuah pohon kelapa yang menimpa salah satu rumah warga di perumahan tersebut pada Jumat kemarin. Insiden ini mengakibatkan kerusakan parah pada infrastruktur kelistrikan setempat.

Tonny Suoth, salah seorang warga Perumahan Helena, mengungkapkan bahwa hingga Sabtu sore belum ada penanganan berarti dari pihak terkait untuk memulihkan jaringan listrik.

"Walaupun tadi pagi dari DLH Minut sudah melakukan pengangkatan pohon kelapa yang berada di atap rumah, tapi sampai saat ini belum ada perbaikan dari pihak PLN. Selain itu, ada lima tiang yang kabel-kabelnya terlepas di jalan," ujar Tonny saat diwawancarai Tribun Manado, Sabtu (11/7/2026) pukul 16.00 WITA.

Tonny menambahkan, warga telah mencoba mencari tahu kapan perbaikan akan dilakukan. Namun, mereka diminta untuk kembali bersabar.

"Menurut informasi, pihak PLN masih memperbaiki tempat lain yang mengalami gangguan, jadi kami dimohon untuk menunggu," sebutnya.

Sebelumnya, Desa Matungkas dan wilayah sekitarnya memang sempat terdampak pemadaman listrik secara serentak sejak Jumat siang kemarin.

Namun, pemulihan listrik belum merata. Untuk rumah di sekitar lokasi kejadian, tepatnya di Blok Sakura Perum Helena Matungkas, listrik terpantau masih padam total. Sementara itu, aliran listrik untuk rumah warga di luar Blok Sakura dilaporkan telah kembali normal pada Sabtu sore sekitar pukul 15.30 WITA.

Sayangnya, pemulihan ini belum menyentuh semua area terdampak di Perumahan Helena Matungkas.

Padamnya listrik selama hampir dua hari ini memicu berbagai keluhan dari warga setempat karena melumpuhkan aktivitas domestik mereka.

Lin, warga Perumahan LOG Matungkas, mengaku aktivitas sehari-hari menjadi sangat terganggu, terutama terkait ketersediaan air bersih yang sulit didapat karena mesin pompa air tidak dapat difungsikan.

"Tidak hanya kesulitan air bersih, warga juga harus menanggung kerugian materi. Banyak bahan makanan yang disimpan di dalam kulkas membusuk dan rusak hingga terpaksa dibuang karena tidak adanya aliran listrik," keluhnya kecewa.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.