Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Arnold Welianto
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Tanaman jambu mete di Desa Hikong, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, mengalami kerusakan akibat terpapar abu vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki.
Jambu mete salah satu komoditas unggulan masyarakat Desa Hikong dan paling terdampak sebaran abu vulkanik dari gunung api yang berada di Kabupaten Flores Timur itu.
Pantauan TribunFlores.com, Sabtu (11/7/2026), tanaman jambu mete yang sedang berbunga tampak tertutup abu vulkanik dan mengering.
"Kondisi kerusakan tanaman mete ini karena debu vulkanik. Bunganya sudah hancur. Karena debu erupsi ini semua tanaman di sini habis, terutama mete. Kering semua, tidak berbuah, bunganya sudah mati," ujar Lazerus, warga Desa Hikong di kebun jambu mete miliknya, Sabtu (11/7/2026).
Baca juga: Nasib Siswa SDI Natarita Sikka, Belajar di Bawah Atap Bocor dan Kepungan Abu Vulkanik Lewotobi
Menurut Lazerus, kerusakan tanaman membuat penghasilan warga menurun drastis karena sebagian besar masyarakat menggantungkan hidup dari hasil perkebunan.
Tak hanya jambu mete, tanaman kelapa, kemiri, dan kakao juga mengalami kerusakan. Sebagian besar tanaman tidak lagi berbuah karena terdampak material vulkanik yang terus turun sejak aktivitas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki meningkat.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sebagian warga beralih membuka usaha kecil, seperti kios sembako dan warung di sepanjang Jalan Trans Flores. Penghasilan dari usaha tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus membiayai pendidikan anak.
Sementara itu, sebagian warga lainnya memilih merantau ke Kalimantan untuk mencari pekerjaan. Minimnya lapangan kerja di daerah, ditambah rusaknya tanaman perkebunan akibat abu vulkanik, membuat mereka terpaksa meninggalkan kampung halaman demi memperoleh penghasilan. (awk)