SURYA.CO.ID, LUMAJANG - Krisis air bersih mulai melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur (Jatim), menyusul tibanya musim kemarau yang menyebabkan sumur warga mengering.
Kondisi terparah saat ini dirasakan oleh warga Desa Jenggrong, Kecamatan Ranuyoso. Sebanyak 124 kepala keluarga (KK) atau sekitar 425 jiwa kini bergantung sepenuhnya pada bantuan air bersih dari BPBD Lumajang.
Pemerintah daerah telah bergerak cepat dengan menetapkan status tanggap darurat kekeringan melalui Keputusan Bupati Nomor 100.3.3.2/282/KEP/427.12/2026 untuk mempercepat penanganan di lapangan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengerahkan tiga unit truk tangki untuk mendistribusikan air bersih ke titik-titik krusial.
Penyaluran air pada tahap awal ini difokuskan pada 15 titik distribusi yang tersebar di lima dusun di Desa Jenggrong, guna memastikan kebutuhan warga terpenuhi.
"Hari pertama, bantuan air bersih menjangkau 124 KK. Kami memprioritaskan wilayah yang sumber airnya benar-benar sudah tidak keluar," ujar Isnugroho pada Sabtu (11/7/2026).
Berdasarkan hasil pemetaan BPBD Lumajang, dampak kemarau tahun ini diprediksi akan jauh lebih luas dibandingkan periode sebelumnya.
Isnugroho menyebut, ada potensi krisis air bersih yang mengancam 19 desa di enam kecamatan berbeda. Pihaknya kini tengah menyusun jadwal distribusi bergilir.
BPBD juga terus berkoordinasi dengan perangkat desa untuk memantau fluktuasi debit air di sumur-sumur resapan warga serta menentukan wilayah prioritas selanjutnya.
Kabupaten Lumajang, khususnya wilayah utara seperti Ranuyoso dan Klakah, secara geografis merupakan daerah tadah hujan dengan lapisan tanah kapur yang sulit menyimpan air tanah saat kemarau panjang.
Data BPBD menunjukkan bahwa kecamatan yang masuk dalam zona merah rawan kekeringan antara lain:
Sebagai langkah antisipasi jangka panjang, Pemkab Lumajang tengah mengkaji perluasan jaringan pipa PDAM dan pembangunan sumur bor di titik-titik strategis yang memiliki potensi air tanah dalam.
Mengingat puncak musim kemarau yang masih akan berlangsung, masyarakat diimbau untuk sangat bijak dalam menggunakan air bersih dan memprioritaskan untuk kebutuhan konsumsi.
Warga yang sumurnya mulai mengering diharapkan segera melapor ke pihak desa, atau menghubungi layanan darurat BPBD Lumajang melalui WhatsApp di nomor 0812-3457-0077 agar bantuan air bisa segera dijadwalkan.