Laporan reporter TribunPapuaBarat.com, Frans Tiwan
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Bupati Manokwari, Hermus Indou, secara resmi membuka Turnamen Komunitas Voli Ball ke-5 di Kabupaten Manokwari, Sabtu (11/7/2026).
Turnamen tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus upaya mendorong pembinaan atlet voli dan pengembangan olahraga di Papua Barat.
Pembukaan turnamen dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Manokwari, pengurus Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Provinsi Papua Barat, PBVSI Kabupaten Manokwari, atlet, serta masyarakat pecinta bola voli.
Dalam sambutannya Bupati Hermus menyampaikan apresiasi kepada PBVSI Provinsi Papua Barat dan PBVSI Kabupaten Manokwari, yang telah berinisiatif menyelenggarakan turnamen tersebut.
Baca juga: Kejurda Grasstrack Kapolres Kaimana Cup I Dimulai, 8 Tim Berlaga
Ia juga mengucapkan selamat kepada Haryono May yang resmi dipercaya sebagai Ketua PBVSI Kabupaten Manokwari.
"Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada PBVSI Provinsi Papua Barat dan PBVSI Kabupaten Manokwari yang telah memiliki inisiatif dan kreativitas menyelenggarakan kegiatan olahraga ini. Selamat kepada Saudara Haryono Mai yang secara resmi ditunjuk sebagai Ketua PBVSI Kabupaten Manokwari," ujar Hermus.
Menurut Hermus, penyelenggaraan kegiatan olahraga bukanlah hal yang mudah karena membutuhkan komitmen, kerja sama, dan kepedulian semua pihak terhadap pembangunan daerah.
Ia menegaskan pembangunan di Kabupaten Manokwari tidak hanya berfokus pada sektor infrastruktur, tetapi juga harus menyentuh seluruh aspek kehidupan masyarakat, termasuk olahraga.
"Moto kita adalah Manokwari untuk semua dan semua untuk Manokwari. Artinya pembangunan harus dilakukan di semua sektor, termasuk olahraga, karena olahraga merupakan bagian penting dalam pembangunan manusia," katanya.
Hermus mengatakan pembangunan daerah tidak dapat sepenuhnya bergantung pada pemerintah.
Seluruh elemen masyarakat, organisasi, komunitas, maupun dunia usaha harus ikut berpartisipasi sesuai kemampuan masing-masing.
Baca juga: Teluk Bintuni Juara Umum Pesparani Katolik IV Papua Barat, Tangis Haru Warnai Kemenangan
Menurutnya, penyelenggaraan turnamen bola voli menjadi bukti nyata bahwa masyarakat memiliki kepedulian dan rasa tanggung jawab terhadap kemajuan Kabupaten Manokwari.
"Kita tidak boleh hanya menunggu pemerintah. Siapa pun yang memiliki kemampuan, sumber daya, dan komitmen, silakan ikut membangun Manokwari. Inilah bentuk kecintaan kita terhadap daerah ini," ujarnya.
Hermus mengajak masyarakat mengubah pola pikir dari hanya menjadi pengamat menjadi pelaku pembangunan.
Ia mengutip pesan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, yang mengajak masyarakat tidak hanya bertanya apa yang diberikan negara, tetapi juga apa yang telah diberikan kepada negara.
"Berhentilah hanya menjadi penonton atau sekadar mengkritik. Mari menjadi pelaku pembangunan. Kita semua adalah subjek pembangunan yang memiliki tanggung jawab membangun Kabupaten Manokwari," katanya.
Dalam kesempatan itu, Hermus juga menegaskan posisi Manokwari sebagai ibu kota Provinsi Papua Barat harus mampu menjadi pusat pemerintahan, pelayanan publik, ekonomi, maupun olahraga.
Karena itu, menurutnya, prestasi olahraga Manokwari harus terus ditingkatkan sehingga mampu melahirkan atlet-atlet yang dapat bersaing di tingkat provinsi maupun nasional.
"Manokwari sebagai ibu kota provinsi harus menjadi pusat lahirnya atlet-atlet berprestasi. Kita harus mampu bersaing dengan daerah lain di Tanah Papua maupun di tingkat nasional," tegasnya.
Baca juga: HUT ke-19 IKASWARA, Wagub Papua Barat Dorong Kerukunan dan Pembangunan Manokwari
Ia menambahkan, olahraga merupakan bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas.
Selain membentuk fisik yang sehat, olahraga juga berperan membangun karakter, kedisiplinan, mental, serta sportivitas generasi muda.
"Ketika olahraga berkembang, kita sedang membangun sumber daya manusia yang sehat, berkarakter, dan memiliki mental yang kuat. Ini menjadi modal penting bagi kemajuan daerah," ujarnya.
Hermus berharap turnamen bola voli tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan sekaligus mendorong pembinaan atlet usia muda secara berkelanjutan.
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menghidupkan berbagai cabang olahraga lainnya sebagai upaya mencegah munculnya berbagai persoalan sosial di kalangan generasi muda.
"Semakin banyak kegiatan olahraga yang kita laksanakan, semakin besar pula peluang kita melindungi anak-anak dan generasi muda dari berbagai persoalan sosial. Karena itu, mari bersama-sama menghidupkan seluruh cabang olahraga di Kabupaten Manokwari," pungkasnya. (*)