Bocah 3 Tahun Tenggelam di Kolong Bekas Tambang Bangka Tengah, Polisi Imbau Orang Tua Waspada
M Zulkodri July 12, 2026 01:20 AM

POSBELITUNG.CO--Seorang bocah perempuan berinisial KS (3), warga Desa Nibung, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, meninggal dunia setelah diduga tenggelam di kolong bekas tambang timah yang berada di depan SLB Simpang Jongkong, RT 013, Kelurahan Simpang Perlang, Kecamatan Koba, Kamis (10/7/2026) sore.

Peristiwa tragis tersebut terjadi saat korban diduga bermain air di tepian kolong bersama dua anak lainnya tanpa pengawasan orang dewasa.

Meskipun sempat dilakukan pencarian dan dievakuasi ke rumah sakit, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.

Kapolres Bangka Tengah AKBP Dr. I Gede Nyoman Bratasena melalui Kasi Humas IPDA Dedi Sudrajat mengatakan, pihak kepolisian langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan adanya anak yang tenggelam.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban diketahui lebih dahulu mendatangi kolong sekitar pukul 14.00 WIB bersama dua temannya untuk mandi.

"Korban bersama kedua temannya lebih dahulu mendatangi kolong sekitar pukul 14.00 WIB untuk mandi. Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 14.30 WIB saat korban diduga sedang bermain air bersama dua orang temannya di tepian kolong tanpa pengawasan orang dewasa," ujar IPDA Dedi Sudrajat.

Saat melihat korban tenggelam, kedua teman korban panik dan segera berlari memberi tahu ibu korban.

Mendapat kabar tersebut, orang tua korban bersama warga langsung menuju lokasi dan melakukan pencarian.

Korban akhirnya ditemukan oleh salah seorang warga, kemudian segera dibawa ke Rumah Sakit Abu Hanifah untuk mendapatkan pertolongan medis.

Namun setelah dilakukan pemeriksaan oleh tenaga medis, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

"Selanjutnya orang tua korban bersama sejumlah warga segera melakukan pencarian di sekitar lokasi. Korban berhasil ditemukan oleh salah seorang warga dan langsung dievakuasi ke RS Abu Hanifah untuk mendapatkan penanganan medis. Namun setelah dilakukan pemeriksaan oleh pihak rumah sakit, korban dinyatakan telah meninggal dunia," jelasnya.

Polisi Lakukan Penyelidikan

Usai menerima laporan, personel Polres Bangka Tengah bersama anggota Polsek Koba mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), membantu proses penanganan, serta berkoordinasi dengan pihak keluarga dan pemerintah setempat.

Penyelidikan masih dilakukan guna memastikan penyebab pasti peristiwa tersebut.

Kolong Mudah Dijangkau Anak-anak

Lokasi kejadian merupakan kolong bekas tambang timah yang memiliki luas sekitar satu lapangan sepak bola.

Di beberapa sisi, bibir kolong terlihat landai sehingga memudahkan warga turun menuju air. Tidak terdapat pagar pengaman maupun rambu peringatan di sekitar lokasi.

Permukaan tanah di tepian kolong juga berlumpur dan langsung berbatasan dengan genangan air, sehingga berpotensi membahayakan, terutama bagi anak-anak.

Lokasi tersebut berada tidak jauh dari kawasan permukiman warga dan dapat dijangkau hanya dalam waktu sekitar lima hingga tujuh menit berjalan kaki.

Menurut warga sekitar, kolong tersebut masih sering dimanfaatkan untuk mandi, mencuci pakaian hingga mengambil air.

Polisi Imbau Orang Tua Tingkatkan Pengawasan

Atas peristiwa tersebut, Polres Bangka Tengah menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban sekaligus mengingatkan masyarakat agar lebih waspada.

"Kami turut berduka cita atas musibah yang dialami keluarga korban. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan," kata IPDA Dedi Sudrajat.

Ia mengimbau para orang tua agar tidak membiarkan anak-anak bermain di sekitar kolong bekas tambang, sungai maupun perairan lainnya tanpa pengawasan.

"Kami mengimbau kepada seluruh orang tua agar selalu mengawasi anak-anaknya dan tidak membiarkan mereka bermain maupun mandi tanpa pengawasan di area kolong, sungai atau perairan lainnya yang berpotensi membahayakan keselamatan," ujarnya.

Selain itu, kepolisian juga akan berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kelurahan untuk memasang spanduk peringatan di kawasan kolong bekas tambang sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

"Kami juga akan terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kelurahan untuk memasang spanduk imbauan sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang kembali," pungkasnya.

(Bangkapos.com/Erlangga)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.