POSBELITUNG.CO--Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggelar pertemuan terbatas bersama sejumlah pejabat tinggi negara di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Sabtu (11/7/2026) malam.
Agenda tersebut berlangsung secara tertutup dan hingga kini belum disertai penjelasan resmi mengenai materi yang dibahas.
Berdasarkan pantauan di kawasan Istana sekitar pukul 22.10 WIB, sejumlah kendaraan dinas yang membawa para pejabat mulai meninggalkan kompleks kepresidenan dengan pengawalan ketat.
Iring-iringan kendaraan VVIP tampak keluar melalui dua akses berbeda, yakni pintu depan dan pintu belakang Istana Merdeka.
Beberapa mobil sport utility vehicle (SUV) berwarna gelap terlihat meninggalkan lokasi secara beriringan di bawah pengamanan aparat.
Pengawalan dilakukan secara ketat oleh unsur Polisi Militer.
Kendaraan patroli pengawal (Patwal) tampak membuka jalur bagi rombongan pejabat yang meninggalkan kawasan Istana.
Sementara itu, sejumlah personel pengamanan tetap berjaga di sekitar kompleks kepresidenan hingga seluruh rombongan selesai meninggalkan lokasi.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, pertemuan tersebut dihadiri sejumlah pejabat yang memiliki peran strategis di bidang pertahanan, keamanan, intelijen, hingga penegakan hukum.
Di antaranya Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, serta Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto.
Turut hadir Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Muhammad Herindra, Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bapisus) Aries Marsudiyanto, Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo, serta Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita.
Sejumlah wartawan yang berada di lokasi juga belum memperoleh kesempatan untuk meminta konfirmasi kepada para peserta rapat karena seluruh rombongan langsung meninggalkan kawasan Istana menggunakan kendaraan masing-masing.
Pihak Istana maupun instansi terkait juga belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi mengenai pembahasan dalam pertemuan tersebut. Dengan demikian, isi agenda rapat masih menunggu penjelasan resmi dari pemerintah.(*)