Jaminton Campaz Terima Ancaman Pembunuhan Usai Kolombia Kalah dari Swiss di Piala Dunia 2026
M Zulkodri July 12, 2026 01:20 AM

POSBELITUNG.CO--Langkah Timnas Kolombia di Piala Dunia 2026 memang telah berakhir, tetapi cobaan justru baru dimulai bagi gelandang Jaminton Campaz.

Pemain berusia 25 tahun itu menjadi sasaran kemarahan sebagian suporter setelah Kolombia gagal melaju ke babak berikutnya usai dikalahkan Swiss melalui drama adu penalti.

Tak hanya menerima kritik atas penampilannya di lapangan, Campaz bahkan dilaporkan mendapat ancaman pembunuhan yang ditujukan kepada dirinya maupun keluarganya melalui media sosial.

Situasi tersebut membuat sang pemain mengambil langkah untuk menonaktifkan kolom komentar pada akun pribadinya demi menghindari gelombang intimidasi yang terus berdatangan.

Sorotan kepada Campaz bermula ketika dirinya masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-66 menggantikan Jhon Arias.

Di penghujung babak tambahan waktu kedua, Campaz melakukan umpan balik yang nyaris berbuah petaka bagi Kolombia.

Kesalahan tersebut membuat penyerang Swiss memperoleh peluang emas dalam situasi satu lawan satu dengan penjaga gawang Kolombia.

Beruntung bagi Campaz, penyelesaian akhir pemain Swiss melenceng dari sasaran sehingga skor tetap bertahan hingga pertandingan harus ditentukan lewat adu penalti.

Meski sempat melakukan kesalahan, Campaz menunjukkan keberaniannya saat dipercaya menjadi algojo ketiga Kolombia dalam adu penalti.

Ia berhasil menjalankan tugas dengan baik dan mencetak gol dari titik putih.

Namun keberhasilannya itu tidak mampu meredam amarah sebagian suporter yang menganggap kesalahan sebelumnya menjadi salah satu momen krusial dalam pertandingan.

Pilih Pulang Terpisah Demi Keamanan

Menurut laporan Associated Press (AP), ancaman yang diterima Campaz membuatnya khawatir terhadap keselamatan dirinya maupun keluarganya.

Karena alasan keamanan, pemain yang kini berkarier di level klub tersebut memilih tidak kembali ke Kolombia bersama rombongan tim nasional.

Ia dikabarkan menggunakan penerbangan terpisah yang disiapkannya sendiri.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Campaz menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Kolombia atas kegagalan tim memenuhi harapan publik.

"Sebagai orang Kolombia, saya sangat memahami betapa besarnya kekecewaan akibat hasil ini. Saya dengan tulus meminta maaf karena tidak mampu menghadirkan kebahagiaan yang diharapkan semua orang," tulis Campaz.

Ia juga menegaskan bahwa kekalahan merupakan bagian dari sepak bola dan berjanji menjadikan pengalaman tersebut sebagai motivasi untuk berkembang menjadi pemain yang lebih baik.

"Sepak bola mengajarkan kita menghadapi masa-masa sulit bersama. Saya akan belajar dari pengalaman ini dan terus bekerja keras agar kembali menjadi pemain yang lebih kuat," lanjutnya.

Campaz turut mengingatkan agar perbedaan pendapat dan kekecewaan tidak berubah menjadi kebencian.

"Tolong jangan sampai kita kehilangan rasa saling menghormati. Tidak ada kecintaan terhadap sepak bola yang dapat membenarkan kebencian ataupun membuat seseorang hidup dalam ketakutan," ujarnya.

Federasi Kolombia Beri Dukungan Penuh

Ancaman yang diterima Campaz mendapat perhatian serius dari Federasi Sepak Bola Kolombia.

Organisasi tersebut menyatakan dukungan penuh kepada sang pemain beserta keluarganya dan mengecam segala bentuk intimidasi yang terjadi.

Federasi juga meminta aparat penegak hukum segera menyelidiki ancaman tersebut dan mengidentifikasi pelaku agar dapat diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

"Kami menyampaikan dukungan penuh kepada Jaminton Campaz beserta keluarganya dan seluruh tim nasional Kolombia. Kami meminta pihak berwenang segera mengusut ancaman ini serta memberikan sanksi kepada pelaku sesuai hukum yang berlaku," demikian pernyataan federasi.

Tetap Dinilai Berkontribusi

Di tengah derasnya kritik, sejumlah pengamat menilai kontribusi Campaz selama berada di lapangan tidak sepenuhnya buruk.

Kehadirannya di lini tengah dinilai mampu membantu mengurangi beban permainan yang selama ini banyak bertumpu kepada Luis Diaz, salah satu pemain terbaik Kolombia saat ini.

Meski demikian, kegagalan Kolombia melanjutkan langkah di Piala Dunia 2026 menyisakan luka mendalam bagi para pendukung.

Peristiwa yang menimpa Campaz pun kembali menjadi pengingat bahwa kritik terhadap atlet seharusnya tidak berubah menjadi ancaman yang membahayakan keselamatan pemain maupun keluarganya.(*)

(Tribunnews.com/Guruh)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.