Amerika Serikat Lancarkan Serangan Ketiga ke Iran di Selat Hormuz
Faisal Zamzami July 12, 2026 11:40 AM

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON DC – Militer Amerika Serikat (AS) pada Minggu (12/7/2026) mengumumkan telah melancarkan serangan baru terhadap Iran.

Serangan ini merupakan operasi militer AS yang ketiga dalam sepekan terakhir sebagai respons atas serangan terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Komando Pusat Amerika Serikat (Centcom) menyatakan bahwa pasukan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyerang sebuah kapal kontainer berbendera Siprus yang sedang melintasi Selat Hormuz.

Akibat insiden tersebut, satu anggota kru dilaporkan hilang.

"Iran diberi kesempatan lagi untuk menunjukkan kepatuhan terhadap Nota Kesepahaman setelah dimintai pertanggungjawaban atas serangan sebelumnya terhadap kapal-kapal komersial, tetapi sekali lagi gagal," tulis Centcom dalam unggahan di platform X, seperti dikutip CNN.

Seorang pejabat AS mengatakan operasi militer tersebut masih berlangsung hingga Minggu.

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, juga menegaskan bahwa Iran harus menanggung konsekuensi atas tindakannya.

"Iran membuat pilihan yang buruk. Sekarang mereka menanggung akibatnya," tulis Hegseth melalui media sosial.

Baca juga: Serangan AS Meluas ke Empat Provinsi Iran, Ledakan Dekat Fasilitas Nuklir hingga Selat Hormuz

Iran Tutup Selat Hormuz

Serangan terbaru AS terjadi tidak lama setelah IRGC mengumumkan penutupan Selat Hormuz hingga waktu yang belum ditentukan.

Dalam pernyataan yang disiarkan melalui lembaga penyiaran pemerintah Iran, IRIB, Angkatan Laut IRGC menyebut setiap campur tangan asing maupun upaya membentuk "jalur ilegal" di selat strategis tersebut akan mendapat respons tegas.

Dikutip dari Al Jazeera, IRGC juga memperingatkan bahwa setiap aksi militer Amerika Serikat sebagai respons terhadap penutupan Selat Hormuz akan dibalas dengan keras.

Iran mengklaim telah melepaskan tembakan peringatan ke arah sejumlah kapal karena kapal-kapal tersebut mematikan sistem identifikasi dan menyimpang dari rute pelayaran yang telah disetujui pemerintah Iran.

Menurut IRGC, beberapa kapal juga mengabaikan peringatan untuk kembali ke jalur yang ditentukan.

Ketegangan ini meningkat setelah insiden pada awal pekan ketika tiga kapal tanker komersial diserang, yang kemudian memicu baku tembak antara pasukan Iran dan Amerika Serikat.

Angkatan Laut IRGC menegaskan tidak ada kapal yang akan diizinkan melintasi Selat Hormuz hingga campur tangan militer AS di kawasan tersebut berakhir.

Baca juga: Trump: Seribu Rudal Siap Lenyapkan Iran Jika Saya Dibunuh

AS Sempat Optimistis Jalur Pelayaran Akan Dibuka

Sebelumnya, sejumlah pejabat AS menyatakan optimistis Iran akan mengumumkan bahwa seluruh jalur pelayaran di Selat Hormuz kembali dibuka dan menghentikan penembakan terhadap kapal-kapal dagang yang melintasi kawasan tersebut.

Para pejabat, yang berbicara kepada wartawan dengan syarat anonim, mengatakan Washington telah menerima sinyal bahwa Iran akan mengeluarkan pernyataan resmi dalam beberapa hari.

Namun mereka juga memperingatkan, apabila Iran tetap mempertahankan penutupan Selat Hormuz dan tidak menghentikan serangan terhadap kapal-kapal komersial, situasi diperkirakan akan semakin memburuk.

Dalam pembicaraan selama sekitar 30 menit, para pejabat tersebut mengungkapkan bahwa negosiator Iran mengklaim serangan pesawat nirawak terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz dilakukan oleh unit-unit pemberontak IRGC yang berupaya menggagalkan kesepakatan nuklir yang sedang diupayakan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.