TRIBUNBATAM.id - PT Moya Indonesia, selaku mitra strategis PAM Jaya, memastikan telah menyalurkan santunan kepada keluarga dari tiga pekerja yang meninggal dunia saat bertugas di saluran gorong-gorong depan Pintu III Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Cipayung, Jakarta Timur.
Selain memberikan dana santunan, pihak manajemen perusahaan menegaskan bahwa mereka menanggung seluruh biaya proses penanganan para korban sejak kecelakaan terjadi hingga jenazah diserahkan ke pihak keluarga.
"Pokoknya semua korban dan keluarga korban sudah kita temui semua. Di samping pengurusan semua kita yang tanggung, dan santunan kita sudah berikan," ujar Chief Administration Officer PT Moya Indonesia, Pinky Dwianto, saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (11/7/2026).
Proses penyerahan santunan kepada keluarga korban telah diselesaikan pada Jumat (10/7/2026), bersamaan dengan tuntasnya seluruh rangkaian penanganan jenazah.
"Itu kemarin juga semua sudah selesai. Kemarin juga kita sudah serah terima ke keluarga, santunan sudah diberikan semuanya. Sudah semua selesai," lanjut Pinky.
Meskipun demikian, Pinky memilih untuk tidak mempublikasikan nominal atau besaran santunan yang dialokasikan bagi masing-masing keluarga korban.
Kendati demikian, ia menjamin bahwa jumlah yang diberikan sudah sangat layak.
"Santunan juga sudah cukup, lebih dari cukup. Tidak ada masalah lagi dengan keluarga. Keluarga juga sudah menerima. Karena ini benar-benar kecelakaan," jelasnya.
Baca juga: Kecelakaan Maut Mobil Pikap Tabrak Warung di Hulu Sungai Tengah, 3 Pengunjung Tewas dan 4 Orang Luka
Kronologi Singkat Insiden di Cipayung
Sebelumnya, insiden tragis ini terjadi pada Kamis (9/7/2026).
Tiga pekerja pipa air ditemukan tidak bernyawa di dalam saluran gorong-gorong yang berlokasi di Jalan Raya Mabes Hankam, Cipayung, Jakarta Timur.
Dari total tiga korban jiwa yang dievakuasi, diketahui satu korban merupakan Warga Negara Asing (WNA) asal China, sementara dua korban lainnya adalah Warga Negara Indonesia (WNI).
Guna keperluan identifikasi lebih lanjut, seluruh jenazah langsung dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati.
Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi kejadian, polisi menemukan bahwa para korban hanya mengenakan pakaian kerja biasa tanpa adanya perlengkapan keselamatan (safety equipment) yang melekat pada tubuh mereka.
(TribunBatam.id)