Oleh: Bruder Pio Hayon SVD
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan harian Katolik Minggu 12 Juli 2026.
Tema renungan harian katolik “Perumpamaan seorang penabur”.
Bacaan Hari Minggu: Bacaan Pertama: (Yes. 55:10-11), Mazmur Tanggapan: Mzm. 65:10abcd,10e-11,12-13,14, Bacaan Kedua: (Rm. 8:18-23), Bacaan Injil: (Mat. 13:1-23).
Baca juga: Teks Misa Sore Minggu 12 Juli 2026 Hari Biasa XV Tahun A
L : Bacaan dari Kitab Yesaya.
Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuhtumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U : Syukur kepada Allah.
MENDARASKAN MAZMUR TANGGAPAN
Refren (Luk. 8:8)
Benih jatuh di tanah yang baik, dan menghasilkan buah. Mzm. 65:10abcd,10e-11,12-13,14 Engkau mengindahkan tanah itu, mengaruniainya kelimpahan, dan membuatnya sangat kaya.
Batang air Allah penuh air; Engkau menyediakan gandum bagi mereka. (Refren) Ya, demikianlah Engkau menyediakannya: Engkau mengairi alur bajaknya, Engkau membasahi gumpalan-gumpalan tanahnya, dengan dirus hujan Engkau menggemburkannya; Engkau memberkati tumbuh-tumbuhannya.
(Refren)
Engkau memahkotai tahun dengan kebaikan-Mu, jejak-Mu mengeluarkan lemak;
tanah-tanah padang gurun menitik, bukit-bukit berikatpinggangkan sorak-sorai; (Refren)
Padang-padang rumput berpakaikan kawanan kambing domba,
lembah-lembah berselimutkan gandum, semuanya bersorak-sorai dan bernyanyi-nyanyi. (Refren)
BACAAN KEDUA (Rm. 8:18-23)
L : Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada jemaat di Roma
Saudara-saudari, aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan. Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi
oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya, tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah. Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin. Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil
menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U : Syukur kepada Allah.
ALLELUIA
P : Alleluia
U : Alleluia
P : Benih itu adalah Sabda Allah, penaburnya adalah Kristus, orang yang menerima Dia memperoleh kehidupan abadi.
U : Alleluia
INJIL (Mat. 13:1-23)
P : Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut Matius.
Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dada. Kemudian Pemimpin membacakan Injil.
Pada hari itu keluarlah Yesus dari rumah itu dan duduk di tepi danau. Maka datanglah orang banyak berbondong-bondong lalu mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke perahu dan duduk di situ, sedangkan orang banyak semuanya berdiri di pantai. Dan Ia mengucapkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Kata-Nya: "Adalah seorang penabur keluar untuk menabur. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis. Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar. Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati. Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!" Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: "Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?" Jawab Yesus: "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti. Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap. Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka. Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya. Karena itu, dengarlah arti perumpamaan penabur itu. Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan dipinggir jalan. Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira. Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itupun segera murtad. Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah. Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat."
P : Demikianlah Injil Tuhan.
U : Terpujilah Kristus.
RENUNGAN HARIAN KATOLIK
“Perumpamaan seorang penabur”
Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,
Salam damai dan sukacita bagi kita semua. Hari Minggu ini kita diajak untuk merenungkan perumpamaan Yesus tentang seorang penabur. Perumpamaan ini bukan sekadar kisah pertanian, melainkan gambaran tentang bagaimana sabda Allah bekerja dalam hati manusia. Santo Paulus dalam surat kepada jemaat di Roma menegaskan bahwa penderitaan sekarang tidak sebanding dengan kemuliaan yang akan datang, sementara Nabi Yesaya menekankan bahwa sabda Allah tidak akan kembali sia-sia. Semua bacaan ini berpadu untuk menegaskan kekuatan sabda Allah yang menumbuhkan kehidupan.
Saudara-saudari terkasih.
Dalam bacaan I (Yes. 55:10-11), Sabda Allah diibaratkan seperti hujan dan salju yang menyuburkan bumi. Firman Tuhan selalu efektif, menghasilkan buah sesuai kehendak-Nya. Pada bacaan II (Rom. 8:18-23), Paulus mengingatkan bahwa penderitaan saat ini hanyalah sementara. Seluruh ciptaan menantikan pembebasan dan kemuliaan anak-anak Allah. Sabda Allah memberi harapan di tengah penderitaan. Dan dalam Injil (Mat. 13:1-23) Yesus mengisahkan penabur yang menaburkan benih. Ada benih yang jatuh di jalan, tanah berbatu, semak duri, dan tanah yang baik. Tanah hati manusia menentukan apakah sabda Allah berbuah atau tidak. Refleksi kita adalah “Sabda Allah selalu bekerja”: Seperti hujan yang menyuburkan tanah, sabda Allah tidak pernah sia-sia. Tugas kita adalah membuka hati agar sabda itu menemukan tanah yang subur. “Harapan di tengah penderitaan”: Paulus mengingatkan bahwa penderitaan hanyalah bagian dari proses menuju kemuliaan. Sabda Allah memberi kekuatan untuk bertahan dan menantikan pembebasan. “Hati yang siap menerima sabda”: Perumpamaan penabur menantang kita untuk memeriksa kondisi hati. Apakah hati kita keras seperti jalan, dangkal seperti tanah berbatu, penuh kesibukan seperti semak duri, atau terbuka dan subur sehingga sabda Allah berbuah?
Saudara-saudari terkasih,
Pesan untuk kita, pertama, Sabda Allah selalu hidup dan bekerja dalam diri kita selama kita masih hidup. Kedua, Sabda Allah memberi harapan di tengah penderitaan untuk membawa kita kepada Sang Penyelamat. Ketiga, Sabda Allah berbuah jika hati kita terbuka dan subur. Tuhan memberkati kita.(kgg).