Mas dan Mbak Klaten 2026 Terpilih, Bupati Hamenang Dorong Jadi Ujung Tombak Promosi Wisata
Delta Lidina July 12, 2026 04:44 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM, KLATEN – Erlangga Farel Wahyu Putra asal Kecamatan Bayat dan Aurelia Kayla Nadindra dari Kecamatan Jogonalan resmi menyandang gelar Mas dan Mbak Klaten 2026 pada Grand Final Pemilihan Mas dan Mbak Klaten 2026 di Alun-alun Klaten, Sabtu (11/7/2026). 

Keduanya meraih nilai tertinggi setelah melalui seluruh tahapan seleksi dan akan mengemban peran sebagai Duta Wisata Kabupaten Klaten selama satu tahun ke depan.

Penobatan berlangsung di hadapan ratusan penonton yang memadati area Alun-alun Klaten. Suasana semakin meriah saat nama pemenang diumumkan, disusul penyematan selempang, penyerahan piala dan hadiah, serta sambutan meriah dari para pendukung dan tamu undangan.

Mas Klaten 2026 Erlangga Farel, menyatakan siap menjalankan amanah untuk ikut memperkenalkan potensi Kabupaten Klaten kepada masyarakat luas.

"Saya berharap semoga saya bisa memajukan Klaten untuk ke depannya," katanya.

Komitmen serupa disampaikan Mbak Klaten 2026, Aurelia Kayla. Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki Kabupaten Klaten.

MAS MBAK KLATEN - Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bersama pemenang dan finalis setelah penobatan Mas dan Mbak Klaten 2026 pada Grand Final di Alun-alun Klaten, Sabtu (11/7/2026).
MAS MBAK KLATEN - Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bersama pemenang dan finalis setelah penobatan Mas dan Mbak Klaten 2026 pada Grand Final di Alun-alun Klaten, Sabtu (11/7/2026). (TribunSolo/Ibnu Dwi Tamtomo)

"Klaten memiliki potensi yang unggul yang harus dikembangkan, dan kita sebagai generasi muda harus mewujudkannya," katanya.

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo berharap Mas dan Mbak Klaten 2026 bersama seluruh finalis mampu menjadi duta wisata yang aktif mempromosikan sektor pariwisata, budaya, serta potensi unggulan daerah.

Menurut Hamenang, promosi yang dilakukan berbagai pihak telah membawa kemajuan bagi sektor pariwisata Klaten.

"Alhamdulillah, dari 35 kabupaten/kota, kita sudah menjadi nomor dua. Artinya progresnya sangat signifikan."

"Tentu ini hasil kerja keras dari seluruh stakeholder yang ada di Kabupaten Klaten, termasuk bagaimana para duta wisata yang kemudian bisa mempromosikan wisata dan budaya yang ada di Kabupaten Klaten," ungkap Bupati.

Ia juga mengingatkan para finalis agar tidak berhenti berproses setelah kompetisi berakhir. Menurutnya, ajang Mas dan Mbak Klaten menjadi titik awal untuk mengembangkan kemampuan, memperluas jejaring, sekaligus membuka peluang meraih prestasi yang lebih tinggi.

"Ajang ini bukan merupakan akhir namun awal perjalanan untuk meraih pengalaman seluas mungkin dan terus kembangkan potensi diri," paparnya.

Pemilihan Mas dan Mbak Klaten 2026 sendiri diawali dengan serangkaian tahapan seleksi, mulai dari administrasi, pembekalan, hingga malam grand final. Melalui proses tersebut, terpilih putra-putri terbaik yang akan menjadi representasi generasi muda Kabupaten Klaten dalam mempromosikan pariwisata, budaya, dan potensi daerah selama masa tugas satu tahun mendatang. (TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.