BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU – Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan kembali menyiapkan safe house atau rumah aman bagi masyarakat terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Fasilitas tersebut disiapkan sebagai langkah antisipasi menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga September 2026.
Kepala Bidang Penanganan Bencana Sosial Dinsos Kalsel, Achmadi mengatakan safe house akan dioperasikan secara situasional apabila kondisi asap telah memasuki status kedaruratan dan mulai membahayakan kesehatan masyarakat.
“Safe house hanya bersifat situasional. Kalau sudah terjadi kedaruratan asap, baru kita operasional,” ujarnya, Minggu (12/7/2026).
Rumah aman tersebut dipusatkan di Aula Dinsos Kalsel di Banjarbaru dengan kapasitas lebih dari 200 orang.
Di dalamnya disiapkan ruangan berpendingin udara (AC), peralatan kesehatan seperti tabung oksigen, tenaga perawat dari Dinas Kesehatan, dapur umum lapangan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, ruang bermain anak, hingga layanan dukungan psikososial bagi para penyintas.
Fasilitas itu diprioritaskan bagi kelompok rentan, seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, serta masyarakat yang menderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) maupun asma akibat paparan kabut asap.
Achmadi mengatakan konsep safe house sebenarnya bukan hal baru. Fasilitas serupa pernah dioperasikan saat bencana kabut asap besar melanda Kalsel pada 2015 dan 2019 ketika Kantor Dinsos masih berada di Banjarmasin.
Bahkan, saat penanganan karhutla tahun 2019, safe house tersebut sempat mendapat kunjungan Menteri Sosial saat itu, Khofifah Indar Parawansa.
Baca juga: Air Baku Riam Kanan Mendadak Surut Imbas Kemarau, PAM Bandarmasih Andalkan Intake Sungai Tabuk
Selain menyiapkan rumah aman, Dinsos juga telah mendirikan Posko Siaga Bencana di kantor Dinsos Kalsel serta memastikan ketersediaan logistik melalui kantong-kantong logistik di seluruh kabupaten/kota, didukung lumbung sosial di 50 kecamatan dan tiga Kawasan Siaga Bencana (KSB).
Personel Taruna Siaga Bencana (Tagana), kendaraan operasional, serta berbagai peralatan pendukung juga disiagakan selama 24 jam untuk menghadapi potensi bencana.
Dalam beberapa hari terakhir, Tagana bersama BPBD, Manggala Agni, Dinas Pemadam Kebakaran, dan instansi terkait telah melakukan pemadaman serta pembasahan lahan yang terbakar di kawasan Jalan Palm, Banjarbaru.
Tim gabungan juga melakukan survei terhadap embung dan sumber air di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, Golf Ujung, Sawitan, Sungai Tabuk hingga Pramuan Ujung.
“Hasil pemantauan menunjukkan penurunan debit air sekitar satu hingga satu setengah meter. Di sejumlah kawasan lahan gambut juga mulai muncul rekahan tanah yang menjadi indikator meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan,” kata Achmadi.
Sementara itu, Achmadi berharap Dinsos kabupaten dan kota di Kalsel juga dapat menyiapkan fasilitas serupa apabila memiliki kesiapan sarana dan prasarana.
“Saat ini belum ada di kabupaten dan kota karena bergantung pada kesiapan peralatan masing-masing daerah. Namun kami berharap ke depan mereka juga dapat menyediakan safe house untuk masyarakat apabila terjadi bencana asap,” ujarnya. (Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)