Meski Timnya Gugur, Suporter Brasil hingga Portugal Larut dalam Kemenangan Argentina diJMP Ambon
Ode Alfin Risanto July 12, 2026 05:52 PM

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu

AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Ada pemandangan unik yang mewarnai konvoi kemenangan Timnas Argentina di Kota Ambon usai menyingkirkan Swiss dengan skor 3-1 pada babak perempat final Piala Dunia 2026. 

Di tengah ribuan pendukung La Albiceleste, terlihat sejumlah suporter tim peserta Piala Dunia yang telah tersingkir justru ikut larut dalam euforia kemenangan Argentina. 

Momen itu terlihat di Kawasan Jembatan Merah Putih (JMP) Ambon, pada Minggu (12/7/2026). 

Baca juga: Jadwal KM Nggapulu 13 - 27 Juli 2026: Berlayar ke Bau Bau, Namlea, Ambon, Ternate

Baca juga: Pemda Malteng Perkuat Konektivitas Wilayah, Pengembangan Bandara Banda Dibidik KemenPU

Saat ribuan kendaraan memenuhi salah satu ikon Kota Ambon, sebuah bendera Portugal tampak berkibar di antara lautan bendera biru putih milik Argentina. 

Pengendara yang membawa bendera Portugal tetap bergabung dalam iring-iringan konvoi. 

Ia melintasi Jembatan Merah Putih bersama ribuan suporter Argentina tanpa canggung, bahkan beberapa kali mendapat sapaan dan lambaian tangan dari peserta konvoi lainnya. 

Tak jauh dari rombongan itu, terlihat pula pasangan muda yang mencuri perhatian. Sang pengendara mengenakan bendera Portugal yang disampirkan di bahunya, sementara penumpangnya memakai Jersey Argentina. 

Meski mendukung tim yang berbeda, keduanya menikmati suasana pesta sepak bola yang menyelimuti Kota Ambon. 

Tak hanya Portugal, ada pula diselip-selip peserta konvoi pendukung Argentina, beberapa orang mengenakan Jersey Belanda, Jerman, dan Brasil mendapatkan perhatian yang sama seperti yang dialami pendukung Portugal. 

Tim-tim yang kalah dan bergabung dalam konvoi itu, tak sedikit mendapatkan sapaan dan lambaian tangan dari peserta konvoi juga. 

Fenomena itu terlihat jelas sepanjang konvoi yang berlangsung hampir dua jam. 

Konvoi di atas Jembatan Merah Putih berlangsung dengan aman dan tertib. 

Sekedar informasi, Belanda dan Jerman sendiri harus menguburkan impian meraih gelar juara dalam fase grup 32 besar. 

Sementara Brasil dan Portugal sama-sama tersingkir di round 16 besar. 

Meski demikian, kekalahan tim favorit mereka tidak menyurutkan semangat para pendukung untuk tetap menikmati atmosfer Piala Dunia 2026. 

Fenomena tersebut menjadi gambaran menarik tentang budaya sepak bola di Ambon tentunya. 

Rivalitas antar tim nasional yang berlangsung sengit di lapangan, berubah menjadi kebersamaan ketika pertandingan usai. 

Perbedaan warna bendera tidak menjadi sekat, melainkan bagian dari kemeriahan yang memperlihatkan bagaimana olahraga mampu menyatukan banyak orang dalam satu euforia. 

Pendukung tim yang telah gugur pun tak segan bergabung merayakan kemenangan tim lainnya. 

Sejak pukul 12.40 WIT, ribuan kendaraan roda dua dan empat terus memadati kawasan JMP. 

Hingga pukul 14.25, arus konvoi masih terus bergerak, meski sebagian peserta mulai meninggalkan lokasi.

Sepanjang bentangan JMP,  ratusan bendera Argentina berkibar diterpa angin Teluk Ambon. 

Arus kendaraan tak pernah benar-benar putus. 

Di tengah lautan manusia, berbagai ekspresi kegembiraan muncul. 

Seorang pendukung mengenakan kostum kelinci lengkap dengan jubah bendera Argentina menjadi magnet perhatian. 

Tak jauh darinya, seorang suporter berdiri tegak di tengah kerumunan sambil mengangkat tinggi replika trofi Piala Dunia. Simbol harapan bahwa Argentina hanya tinggal dua langkah lagi untuk kembali menguasai turnamen bergengsi internasional. 

Ada juga kostum Spiderman dan power ranger warnai konvoi kemenangan Argentina. 

Sorak sorai pecah. Klakson bersahutan, diselingi lagu-lagu Piala Dunia, dan tak sedikit teriakan vamos Argentina, Argentina, Argentina. 

Untuk kemenangan Argentina sendiri, tak diraih dengan mudah. 

Menghadapi Swiss di babak perempat final, juara bertahan itu harus bekerja keras hingga babak perpanjangan waktu sebelum memastikan kemenangan 3-1. 

Jalanya Pertandingan Argentina VS Swiss

Pertandingan berlangsung dramatis sejak menit awal hingga peluit panjang dibunyikan. 

Argentina membuka keunggulan pada menit ke-10 melalui sundulan Alexis Mac Allister yang memanfaatkan sepak pojok akurat dari Lionel Messi. 

Namun, Swiss tak menyerah begitu saja. Mereka menyamakan kedudukan pada menit ke-67 lewat penyelesaian Dan Ndoye, membuat pertandingan kembali terbuka. 

Situasi berubah lima menit berselang setelah Breel Embolo diganjar kartu merah pada menit ke 72 sehingga Swiss harus bermain dengan 10 orang. 

Keunggulan jumlah pemain baru benar-benar dimanfaatkan Argentina pada babak tambahan waktu. 

Julian Alvarez mencetak gol spektakuler pada menit ke 112 sebelum Lautaro Martinez memastikan kemenangan lewat gol pada menit 121 diakhir babak tambahan waktu. 

Euforia di Ambon bersama pendukung-pendukung yang telah gugur dalam kompetisi Piala Dunia 2026, membuktikan sepak bola bukan hanya soal menang atau kalah, melainkan bagian dari kemeriahan bahwa olahraga mampu menyatukan banyak orang dalam satu euforia besar dan sehat. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.