Lionel Messi Terlibat Adu Argumen Panas dengan Wasit dalam Kemenangan Argentina di Piala Dunia
Aurora Nightingale July 12, 2026 05:59 PM

Lionel Messi kembali menjadi pusat perhatian di ajang Piala Dunia setelah terlibat dalam percakapan emosional dengan wasit asal Portugal, João Pinheiro, saat Argentina meraih kemenangan 3-1 atas Swiss di babak perempat final pada hari Sabtu.

Insiden tersebut terjadi pada babak pertama pertandingan dramatis di Stadion Kansas City, yang berakhir dengan kemenangan Argentina setelah perpanjangan waktu. Hasil ini memastikan tim juara bertahan itu melangkah ke semifinal Piala Dunia FIFA, di mana mereka akan menghadapi Inggris di Atlanta.

Ketegangan muncul ketika Swiss bersiap mengeksekusi tendangan bebas. Messi, yang berdiri di pagar betis pertahanan Argentina, tampak kesal terhadap instruksi Pinheiro agar mundur sesuai jarak yang ditentukan sebelum bola dieksekusi.

Kamera televisi menangkap momen singkat namun sarat ketegangan tersebut, dengan kapten Argentina terlihat jelas berbicara dengan wasit. Cuplikan perdebatan itu segera menyebar luas di media sosial dan menjadi salah satu topik hangat meskipun Argentina akhirnya meraih kemenangan.

Pertandingan sendiri berlangsung baik untuk pasukan Lionel Scaloni sejak awal. Baru 10 menit berjalan, Messi mengirim umpan sudut akurat dari sisi kiri yang disambut Alexis Mac Allister dengan sundulan keras untuk membawa Argentina unggul cepat.

Babak pertama berjalan sengit, kedua tim berjuang keras menguasai lini tengah dan hanya menciptakan sedikit peluang jelas. Argentina mempertahankan keunggulan tipis hingga turun minum sebelum Swiss mampu membalas setelah jeda.

Dan Ndoye menyamakan kedudukan untuk Swiss lewat kombinasi satu-dua yang rapi di tepi kotak penalti, meskipun sebelumnya Emiliano Martínez sempat melakukan dua penyelamatan penting untuk menjaga keunggulan Argentina.

Harapan Swiss mendapat pukulan berat pada menit ke-72 ketika Breel Embolo harus menerima kartu kuning kedua setelah tinjauan VAR memutuskan ia melakukan simulasi, sehingga Swiss bermain dengan 10 pemain.

Setelah unggul jumlah pemain, Argentina menguasai jalannya laga dan hampir mencetak gol kemenangan di penghujung waktu normal, namun Gregor Kobel tampil gemilang menggagalkan tendangan salto Lisandro Martínez.

Kebuntuan akhirnya terpecahkan di babak perpanjangan waktu saat Julián Álvarez menusuk dari sisi kiri dan melepaskan tembakan melengkung indah ke pojok atas gawang untuk mengembalikan keunggulan Argentina.

Lautaro Martínez kemudian memastikan kemenangan dengan mencetak gol ketiga, bereaksi paling cepat terhadap bola muntah hasil serangan balik cepat, menjadikan skor 3-1 dan mengantarkan Argentina ke babak semifinal.

Kemenangan ini juga memperpanjang catatan impresif Argentina yang selalu mencetak gol dalam 15 pertandingan berturut-turut di ajang Piala Dunia FIFA — salah satu rekor terpanjang dalam sejarah turnamen — saat tim asuhan Scaloni terus berupaya meraih gelar juara dunia secara beruntun.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.