TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Tim SAR gabungan menemukan sosok yang diduga berkaitan dengan operasi pencarian dua remaja asal Desa Krinjing, Kecamatan Watumalang, Kabupaten Wonosobo, yang dilaporkan hilang di kawasan Gunung Bismo.
Penemuan tersebut terjadi pada Minggu (12/7/2026) sekitar pukul 13.00 WIB di kawasan Curug Telu atau Kalipreng, yang berada di lereng Gunung Bismo.
Baca juga: Operasi SAR Dua Remaja Wonosobo di Gunung Bismo Resmi Ditutup, Pencarian Berakhir Nihil
Anggota Pos Basarnas Wonosobo, Arditya Sasongko, mengatakan sosok tersebut pertama kali ditemukan oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari unsur potensi SAR, warga, serta relawan.
"Pada pukul 13.00 survivor telah diketemukan oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari potensi, warga, dan tim dari Wanadri," kata Arditya kepada Tribunjateng.com, Minggu (12/7/2026).
Setelah menerima informasi tersebut, Basarnas langsung mengerahkan personel untuk melakukan proses evakuasi.
Menurut Arditya, medan menuju lokasi penemuan cukup terjal sehingga proses evakuasi harus menggunakan peralatan vertical rescue atau rope access.
"Medannya curam serta membutuhkan alat vertikal, sehingga dari Basarnas akan melaksanakan proses evakuasi menggunakan peralatan vertikal," ujarnya.
Basarnas mengerahkan sedikitnya enam personel, dibantu warga serta unsur potensi SAR di wilayah Wonosobo untuk melakukan evakuasi.
"Untuk personel dari Basarnas ada enam orang, lalu dibantu warga serta tim potensi SAR yang ada di sekitar Wonosobo," jelasnya.
Ia memperkirakan proses evakuasi membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat jam mengingat kondisi medan yang sulit dijangkau.
"Estimasi evakuasi kurang lebih sekitar tiga sampai empat jam karena keadaan yang sangat susah," katanya.
Baca juga: Relawan dari Luar Daerah Berdatangan ke Gunung Bismo, Bantu Pencarian Dua Remaja Wonosobo
Arditya menjelaskan, sosok tersebut ditemukan di sekitar aliran sungai Curug Telu atau Kalipreng, tepatnya di kawasan lembah.
"Di sekitaran sungai Curug Telu atau Kalipreng, di sekitar lembah-lembah, di mana diduga survivor itu kemungkinan terjatuh atau terpleset di sekitaran lembah," ungkapnya.